Rumah TKI Taiwan Dihancurkan Istrinya Karena Punya Selingkuhan, Istri: Saya Diusir Dari Rumah


 

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan harus melihat kiriman foto dan Video rumahnya yang dihancurkan sang istri karena masalah rumah tangga.

Diketahui, sang istri dari TKI asal Malang tersebut diusir dari rumah yang dibangun diatas tangan suaminya.

Permasalahan keluarga di Madiun Jawa Timur menyebabkan sang istri membongkar rumahnya yang ia bangun di atas tanah milik suami.

Pembongkaran rumah tersebut sempat divideokan dan menjadi viral di media sosial.

Video berdurasi sekitar satu menit memuat tayangan rumah milik seorang TKI berinisial NS (35), warga Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang dirobohkan istrinya sendiri, TL, viral di media sosial.

Video yang terdiri dari tiga bagian dan empat foto pendukung itu menjadi viral setelah diunggah akun Facebook Arex Madhioen sejak Senin (24/8/2020) sore.
Hingga Selasa (25/8/2020) sore, video itu sudah dibagikan 1.454 kali dan disukai 280 orang.

Dalam unggahannya, Arex Madhioen menulis judul, "TAIWAN OH TAIWAN,,,, LOKASI MADIUN ( OJO TEKOK AKU MADIUN SISEH ENDI)"

Lalu Arex Madhioen menulis narasi, "Dilema rumah tangga, berujung rumah dihancurkan. Siapa yg rugi? Yg pasti anak lah jadi Korban

Infonya : Lokasi : madiun. Kronologinya : Seorang istri membikin rumah sendiri di atas tanah suaminya.

Kemudian Suaminya kerja ke Taiwan. Gara" tergoda dgn perempuan lain di Sana.

Akhirnya menceraikan istri syahnya. Dan rumah tsb oleh suami gk blh ditempati istri dgn anaknya.

Di suruh bayar tanahnya (beli). Akhirnya jln akhir rumah dihancurkan sbgi penyelesaian mslh. Anaknya ikut istri. Embuhlah luur ... sungguh prihatin Padahal Ada anak"

Unggahan Arex Madhioen mendapatkan beragam tanggapan dari warganet. Ada yang menyalahkan perbuatan suami TL.

Kepala Desa Pucanganom, Hari Prawoto, yang dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (25/8/2020) siang, membenarkan bahwa rumah salah satu warganya berinisial NS yang saat ini menjadi TKI di Taiwan dirobohkan. Rumah itu dirobohkan oleh istri NS, TL, Senin (24/8/2020).

"Rumah itu dirobohkan karena ada masalah rumah tangga dan miskomunikasi kedua pihak. Pihak desa sudah melakukan mediasi, tetapi tidak ada titik temu,” kata Hari.

Senada dengan Hari, Ketua RT 011 RW 001 Ngamali menyatakan, perobohan rumah NS setelah ada kesepakatan antara keluarga TL dan keluarga NS.

Pihak keluarga TL pun sudah memberitahukan kepada aparat pemerintah setempat untuk membongkar rumah dan seisinya untuk dibawa ke rumah orangtuanya.

"Kemarin yang dibawa genteng, jendela, kayu atap, pintu, kusen. Dan isi di dalam rumahnya sudah dibawa duluan seminggu yang lalu," kata Ngamali.

Sementara itu, TL yang dikonfirmasi terpisah menyatakan, keluarganya memilih merobohkan rumah setelah pihak keluarga suaminya meminta segera pindah setelah terjadi percekcokan.

"Saya diusir tidak boleh menempati rumah itu lagi. Makanya saya pergi," kata TL.

TL tidak harmonis dengan NS setelah mendapatkan foto suaminya berdampingan dengan perempuan lain di luar negeri sebulan yang lalu.

Bahkan, ia mendapatkan informasi bahwa suaminya sudah menjalin hubungan dengan wanita lain sejak tiga tahun terakhir.

Ketahuan menjalin hubungan dengan perempuan lain, kata TL, suaminya lalu meminta untuk mengurus proses cerai.

Namun, TL enggan mengurusnya lantaran dia tidak memiliki kepentingan untuk bercerai.

Persoalan asmara suaminya dan perempuan lain akhirnya merambat ke rumah yang ditinggali TL dengan anaknya.

Keluarga suaminya meminta agar TL meninggalkan rumah lantaran tanah yang dibangun adalah milik suaminya.

Menurut TL, sebenarnya dia tidak akan membongkar rumah bila NS mewariskan ke anak semata wayangnya.

Namun, keluarga suaminya bersikeras agar TL dan anaknya segera hengkang dari rumahnya.

Sumber :TribunBatam

No comments

Powered by Blogger.