Selain Kerukunan, Generasi Muda Diharapkan Jaga Budaya

Selain Kerukunan, Generasi Muda Diharapkan Jaga Budaya

Diskusi kerukunan menyambut tatanan kehidupan era baru digelar Forum Generasi Muda Lintas Agama (Forgimala) Provinsi Bali, Kamis (13/8). Dalam diskusi tersebut, Ketua Asosiasi Kerukunan Umat Beragama Republik Indonesia, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet menegaskan, selain kerukunan, generasi muda harus menjaga budaya yang ada di nusantara ini.

“Selama pandemi ini sudah seharusnya kita di Indonesia hidup rukun, damai, aman, penuh toleransi, saling menghormati dan menjunjung tinggi karakter kita sebagai warga Indonesia. Supaya terjadinya hal yang kondusif, dan tidak terjadi kekacauan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, pria yang juga sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali ini, menegaskan, di Indonesia dikenal dengan keindahan alamnya. Tradisi, adat, dan budaya yang luar biasa. Sehingga ia berharap, selain menjaga kerukunan antar-agama, sudah semestinya generaasi muda menjaga budaya yang ada. 


“Selain hidup rukun, generasi muda juga wajib menjaga budaya yang adi luhung ini. Sebab, budaya kita selalu menjadi primadona bagi dunia, dan mereka datang ke negara kita karena budayanya, tradisinya, dan adat yang telah ada sejak dari dahulu,” tegasnya.

Dalam diskusi secara virtual itu, juga mendatangkan tiga pemateri, terdiri dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali, PHRI Provinsi Bali, dan Dekan Fakultas Pariwisata Unud. “Khusus di Bali, sebutan negara luar biasa menilai budaya kita sangat unik. Bahkan, disebut dengan Pulau Surga, dan budaya yang ada tidak bisa digantikan dengan budaya yang lainnya. Sebab, di Bali kita mengenal dan mengamalkan dengan adanya Tri Hita Karana, yakni menjaga harmoni hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan,” jelas  Direktur Eksekutif PHRI Bali, Ida Bagus Purwa Sidemen.









Sumber : jawapos

No comments

Powered by Blogger.