TKI Hilang di Suriah Sejak 2011, Sang Anak Sampai Lupa Wajah Ibunya Hingga Minta Bantuan Dukun


Eri Andika (17) berbagi cerita tentang nasib ibunya yang sampai saat ini dikabarkan hilang di Suriah.

Ibunda Eri yang bernama Suniroh Binti Warda (35) adalah seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW). 

Eri Andika mengaku sampai saat ini tidak ingat betul bentuk wajah ibunya.

Hal tersebut diungkapkan Eri Andika saat ditemui Tribuncirebon.com di kediamannya di Desa Sukareja Blok Karanganyar, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Selasa (4/8/2020).

Waktu itu Eri Andika mengatakan, dia sudah ditinggal ibunda saat usianya masih sekira 7 tahun.

"Ditinggal sejak kecil, sekarang sudah lupa wajah ibu saking lamanya ditinggal," ujar dia.

Eri Andika mengatakan, pihak keluarga pun hanya memiliki sehelai foto Suniroh Binti Warda saja.

Foto itu pun diambil saat dia belum dilahirkan atau saat Suniroh Binti Warda masih berusia belasan tahun.

Ia berharap, ibunya bisa segera pulang ke tanah air.

Diungkapkan Eri Andika, sangat ingin sekali melihat sosok ibunya tersebut.

"Bapak Jokowi tolong cari ibu saya, suruh cepat pulang," ujar dia.

Komunikasi Terakhir Suniroh dengan Tetangganya

Hilangnya Suniroh Binti Warda di negara Suriah menimbulkan kekhawatiran pihak keluar, termasuk para tetangga.

Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Sukareja Blok Karanganyar, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu itu dikabarkan menghilang sejak tahun 2011 lalu.

Tetangga Suniroh Binti Warda, Sayati (38) mengatakan, kabar terakhir yang didapat adalah saat TKW yang diperkirakan berusia 35 tahun itu mendadak menelepon dirinya.

"Katanya lagi sembunyi lagi perang," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di kediaman Suniroh Binti Warda, Selasa (4/8/2020).

Sayati melanjutkan, saat menelepon itu Suniroh Binti Warda diketahui tengah bersembunyi di bunker melindungi diri.

Ia juga menangis dan berbicara tidak karuan di telepon.

"Kecil banget suaranya waktu itu, ngomongnya juga tidak jelas," ujar dia.

Semenjak saat itu, kabar dari Suniroh Binti Warda hilang dan tidak diketahui lagi keberadaannya bagaimana.

Tidak diketahui secara pasti apakah Suniroh Binti Warda masih hidup atau tidak.

Suniroh Binti Warda sendiri diketahui berangkat ke Negara Suriah melalui jalur ilegal.

Ia diberangkatkan oleh seorang sponsor asal Jatibarang.

Alasan ekonomi pasca-bercerai dengan suaminya diketahui menjadi alasannya nekad berangkat ke Negara Suriah.

Padahal di sana diketahui tengah terjadi perang saudara berkepanjangan.

"Sponsornya orang Jatibarang, tapi keluarga tidak ada yang tahu, tidak ada kontak sama majikannya juga," ujar dia.

Pihak keluarga pun sudah berusaha mencari keberadaan Suniroh Binti Warda hingga melaporkannya ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus Suriah, namun hingga saat ini keberadaannya belum diketahui.

Minta Bantuan KBRI Damaskus Hingga ke Dukun

Eri Andika mengatakan, pihak keluarga sengaja meminta pertolongan dukun karena tidak kunjung berhasil menemukan informasi keberadaan Suniroh Binti Warda.

Padahal sebelumnya, keluarga mengaku sudah melaporkan hilangnya Suniroh Binti Warda kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus Suriah.

Namun, hingga saat ini keberadaannya tetap belum diketahui.

"Iya sampai minta bantuan dukun, pengen tahu keberadaan ibu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di kediamannya, Selasa (4/8/2020).

Eri Andika tidak mengingat secara pasti tahun kapan keluarga sampai memanggil dukun.

Hanya saja dukun tersebut menyampaikan Suniroh Binti Warda akan segera pulang saat lebaran tiba.

Kendati demikian hingga bertahun-tahun lamanya, Suniroh Binti Warda tidak kunjung pulang.

Masih diceritakan Eri Andika, kakeknya yang sekaligus ayah dari Suniroh, Warda bahkan selalu menanyakan kebenaran informasi yang disampaikan dukun tersebut hingga akhirnya meninggal dunia tepat di Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah kemarin.

Warda mengalami sakit-sakitan karena beban pikiran memikirkan kondisi putrinya yang hilang di Suriah sejak tahun 2011 lalu.

Hal yang sama pun dialami nenek sekaligus ibu dari Suniroh, Dasmi.

Ia meninggal dunia lebih dahulu sekitar 4 tahun yang lalu karena sakit.

Sakitnya Dasmi pun disebabkan pula oleh beban pikiran memikirkan kondisi Suniroh Binti Warda yang hilang di Suriah.

"Sama, nenek juga meninggal karena mikirin ibu," ujarnya.


Sumber :Tribunnews

No comments

Powered by Blogger.