TKI Indramayu Tewas Telungkup di Kamar Messnya di Taiwan, Kabar Itu Diunggah Rekannya di Youtube

 

Kabar duka kembali datang dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu yang bekerja di Taiwan.

PMI berinisial AH (28) warga Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang itu dikabarkan meninggal dunia di kamar mesnya pada Rabu 12 Agustus 2020 kemarin.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih membenarkan kabar tersebut.

Kejadian tersebut tepatnya terjadi pada pukul 06.30 waktu Taiwan saat rekan kerjanya mendobrak pintu kamar AH.

"Kalau secara detailnya saya kurang paham, karena tidak ada laporan dari keluarga. Saya tahu dari medsos bahwa ada PMI di Taiwan asal Indramayu meninggal dunia," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (20/8/2020).

Kabar meninggalnya AH awalnya diunggah akun Faisal Soh melalui siaran youtube dan sudah ditonton sebanyak 55 ribu kali.

Dalam keterangannya, Faisal Soh mengatakan, AH ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dan dalam keadaan telungkup di samping tempat tidurnya.

Kejadian itu berawal saat rekan kerjanya di pabrik gear di daerah Taichung menaruh curiga karena AH tidak kunjung keluar dari kamar.

Padahal sebentar lagi memasuki waktu masuk bekerja.

"Rekan kerjanya kan penasaran mas AH ini tidak turun-turun, biasanya jam segini sudah turun sedangkan waktu sudah mepet mau kerja takut telat," ujarnya.

Rekan kerjanya tersebut lalu menggedor pintu dan kaget saat menemukan AH sudah tak bernyawa.

Masih disampaikan Faisal Soh dalam siaran youtubenya itu, penyebab kematian AH belum diketahui secara pasti dan tengah diselidiki oleh polisi setempat.

"Penyebab kematiannya belum diketahui karena dengar kabar akan dilakukan otopsi oleh instansi terkait," ujar dia.

Jangan ke Calo

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu meminta masyarakat yang berniat berangkat bekerja di luar negeri sebaiknya melalui jalur resmi.

Ketua SBMI Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, sebelum berangkat calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebaiknya mendatangi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terlebih dahulu.

Di sana, calon PMI bisa menanyakan terkait Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) atau yang sekarang disebut Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang memiliki badan hukum resmi.

Terlebih di Disnaker Kabupaten Indramayu, sudah memiliki Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) bagi para calon PMI guna mempersempit penyaluran tenaga kerja unprosedural ke luar negeri.

"Jangan karena masyarakat kalau ke dinas tenaga kerja jauh, sehingga datangnya malah ke calo atau sponsor," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (2/7/2020).

Selain itu, calon PMI juga bakal mendapat pelatihan terlebih dahulu melalui P3MI resmi agar lebih siap bekerja di negar penempatan.

Sedangkan, jika calon PMI mendatangi calo atau sponsor dikhawatirkan informasi yang seharusnya diterima PMI bersangkutan dibelokan.

Tidak sedikit kasus sponsor yang mengiming-imingi calon PMI bekerja di negara unprosedural seperti di negara timur tengah dengan gaji besar.

Padahal, pemerintah sudah melarang menyalurkan PMI ke negara tersebut dengan alasan banyak kekerasan yang diterima PMI.

"P3MI itu sebenarnya diatur dalam undang-undang, didalam UU Nomor 18 sudah diatur siapa yang berhak melalukan perekrutan sedangkan sponsor tidak jelas diatur dalam undang-undangnya," ucap dia.
 

Sumber : Tribuncirebon

No comments

Powered by Blogger.