Update Virus Corona Global: 25,1 Juta Kasus, Ilmuwan Temukan Kasus Infeksi Berulang di AS

Ilustrasi masker anak(shutterstock)

Jumlah kasus virus corona, yang pertama kali ditemukan akhir tahun 2019, sampai dengan saat ini masih menunjukkan peningkatan. 

Mengutip data Worldometers, Minggu (30/8/2020) pagi, jumlah kasus Covid-19 global sudah mencapai 25.140.756. 

Adapun, dari jumlah tersebut, yang meninggal dunia sebanyak 845.521 dan yang telah sembuh sebanyak 17.479.038. 

Berikut ini 10 negara dengan jumlah kasus terbanyak di dunia: 
  1. Amerika Serikat: 6.135.560 kasus, 186.784 meninggal dunia, dan 3.400.491 sembuh 
  2. Brazil: 3.846.153 kasus, 120.452 meninggal dunia, dan 3.006.812 sembuh 
  3. India: 3.539.712 kasus, 63.657 meninggal dunia dan 2.712.520 sembuh 
  4. Rusia: 985.346 kasus, 17.025 meninggal dunia, dan 804.383 sembuh 
  5. Peru: 639.435 kasus, 28.607 meninggal dunia, 446.675 sembuh 
  6. Afrika Selatan: 622.551 kasus, 13.981 meninggal dunia, dan 536.694 sembuh 
  7. Kolumbia: 590.520 kasus, 18.767 meninggal dunia, 429.620 sembuh 
  8. Meksiko: 585.738 kasus, 63.146 meninggal dunia dan 404.667 sembuh 
  9. Spanyol: 455.621 kasus, 29.011 meninggal dunia 
  10. Cile: 408.009 kasus, 11.181 meninggal dunia, dan 381.183 sembuh 

Berikut ini berbagai pembaruan seputar virus corona di seluruh dunia: 

1. Turki 
Otoritas di Istanbul, Turki, akan mengeluarkan larangan mengadakan pesta pernikahan dan upacara lain yang diselenggarakan di dalam ruangan. 

Pengumuman tersebut keluar setelah jumlah kasus dan kematian akibat virus meningkat secara nasinal selama dua pekan. 

“Mulai Senin, pernikahan dalam ruangan, pesta pertunangan dan upacara sunat akan dilarang,” ujar Gubernur Istanbul dalam sebuah pernyataan dikutip dari Al Jazeera. 

Adapun anak-anak dan orang berusia di atas 60 tahun akan dilarang ikut dalam upacara luar ruangan yang saat ini masih berlangsung. 
 
2. India 
India akan memberikan sejumlah pelonggaran atas kebijakan penguncian. 

Di antaranya, negara itu akan membuka kembali jaringan kereta bawah tanah dan mengizinkan olahraga maupun acara keagamaan dalam jumlah terbatas. 

Pelonggaran itu akan dimulai bulan depan, bahkan jika nantinya kasus virus melonjak. 

Jaringan kereta api adalah jalur kehidupan bagi jutaan orang di ibu kota New Delhi. 

Kementerian Dalam Negeri Federal India menyebut pembukaan akan dilakukan tepatnya mulai 7 September 2020. 

Acara sosial, akademik, olahraga, dan keagaamaan akan diizinkan maksimal 100 orang mulai 21 September. 

3. Amerika Serikat 
Para peneliti di Nevada mengidentifikasi adanya kasus infeksi virus corona ulang di Amerika Serikat. 

Laporan tersebut serupa yang dilaporkan awal pekan ini dari Hong Kong dan Eropa. 

Pasien di AS itu merupakan seorang pria berusia 25 tahun dengan gejala Covid-19 ringan yang diidentifikasi positif awal pada bulan April. 

Ia kemudian dinyatakan pulih setelah dites negatif dua kali. Namun, pada Juni, pasien tersebut kembali dinyatakan positif Covid-19. 

Pada infeksi keduanya ia jauh lebih sakit dengan penumonia yang membutuhkan rawat inap dan perawatan oksigen. 

Temuan tersebut sejauh ini belum dipublikasikan atau ditinjau ilmuwan lain, tetapi diunggah di sebuah situs penelitian. 

Para ilmuwan di Universitas Nevada dan Lab Kesehatan Masyarakat Nevada mengatakan dapat membuktikan bahwa 2 infeksi yang terjadi pada pasien tersebut berbeda secara genetik satu sama lain. 

“Kasus tersebut harus memperkuat pikiran kita bahwa tidak ada yang namanya, sebagai kekebalan terhadap virus. Bahkan jika Anda sudah mengidapnya,” ujar Mark Pandori, Direktur Laboratorium Kesehatan Masyarakat Negara Bagian Nevada. 

Sementara itu, pembaruan lain dari AS yakni kebanyakan negara bagian menolak panduan baru Covid-19 dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengenai tidak diperlukannya lagi tes pengujian pada mereka yang bergejala. 

4. Jerman 
Puluhan ribu orang di Berlin, Jerman, yang melakukan unjuk rasa memprotes pembatasan terkait virus corona dibubarkan polisi. 

Hal itu karena peserta demonstrasi melanggar persyaratan perlindungan terhadap virus yang ditetapkan. 

Para pengunjuk rasa sendiri datang berdemo dengan menyampaikan beragam keluhan dan spanduk yang menyatakan penolakan mereka terhadap vaksinasi, masker wajah dan pemerintah Jerman secara umum. 

Sebelumnya, pengadilan regional Jerman telah memberikan lampu hijau bagi demonstrasi massal di Berlin tersebut. 

5. Malaysia 
Negara tetangga Indonesia, Malaysia, telah memperpanjang beberapa larangan pergerakan selama pandemi. 

Termasuk, larangan bagi masuknya wisatawan asing hingga akhir tahun. 

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan, dalam sebuah pidato, kasus global virus telah meningkat. 

Menurutnya, Malaysia juga telah melihat kasus kumpulan virus yang sporadis meskipun situasi di negara itu terkendali. 

Malaysia setidaknya mencatat lebih dari 9.000 kasus Covid-19 dengan 125 kematian.



Sumber : kompas

No comments

Powered by Blogger.