Wilayah Spanyol Larang Merokok karena Pandemi Covid-19

 

      Wilayah Galicia di Spanyol telah secara efektif melarang merokok di tempat umum karena khawatir hal itu meningkatkan risiko penularan Covid-19. Galicia juga telah mengeluarkan larangan merokok di jalan dan di tempat umum, seperti restoran dan bar, jika jarak sosial tidak memungkinkan.



Wilayah barat laut adalah yang pertama memperkenalkan tindakan semacam itu, meskipun yang lain mempertimbangkan untuk mengikutinya. Langkah itu diambil ketika Spanyol menghadapi tingkat infeksi terburuk di Eropa Barat.

Kasus harian telah meningkat dari kurang dari 150 pada Juni menjadi lebih dari 1.500 sepanjang Agustus. Negara itu mencatat 1.690 kasus baru dalam hitungan harian terbaru pada Rabu (12/8/2020), menjadikan total kasus hampir 330.000.

Larangan merokok Galicia diumumkan dalam konferensi pers pada Rabu setelah para ahli merekomendasikan langkah tersebut kepada pemerintah daerah.

Langkah tersebut didukung oleh penelitian kementerian kesehatan, yang diterbitkan bulan lalu, yang menguraikan hubungan antara merokok dan peningkatan penyebaran virus corona.

Dikatakan bahwa risikonya meningkat karena orang-orang memproyeksikan droplet (tetesan), dan berpotensi Covid-19, ketika mereka menghembuskan asap rokok.

Penelitian itu juga mengatakan perokok berisiko terinfeksi dengan cara lain, seperti dengan menyentuh rokok mereka sebelum membawanya ke mulut dan dengan memegang masker wajah saat mengeluarkan dan mematikannya. Penelitian juga menunjukkan dampak negatif merokok yang lebih luas bagi kesehatan.

"Telah terbukti bahwa penggunaan tembakau, dalam bentuk apa pun, memperburuk perjalanan penyakit pernapasan," jelas penelitian itu sebagaimana dilansir BBC.

"Bukti saat ini menunjukkan bahwa merokok dikaitkan dengan... risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan bentuk gejala yang parah.

"Merokok tanpa batas ... dengan orang-orang yang dekat dan tanpa jarak sosial (menimbulkan) risiko infeksi yang tinggi," kata Presiden Regional Alberto Núñez Feijóo pada konferensi pers pada hari Rabu.

"Kami tahu bahwa ini adalah tindakan yang tidak populer bagi perokok," tambah Alberto Fernández Villar, anggota komite klinis yang menasihati pemerintah, menurut surat kabar El País. "Tapi saya yakin kami berada dalam situasi yang luar biasa."

Tindakan serupa telah diberlakukan di tempat lain, seperti di Afrika Selatan di mana penjualan tembakau dilarang pada akhir Maret.
Langkah ini membenarkan larangan atas dasar kesehatan berdasarkan saran dari para ahli medisnya sendiri serta dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dan di Inggris, sebuah survei menunjukkan bahwa lebih dari satu juta orang telah berhenti merokok sejak pandemi Covid-19 melanda. Saran pemerintah Inggris mengatakan perokok mungkin berisiko mengalami gejala Covid-19 yang lebih parah.

Dokter mengatakan perokok lebih mungkin terkena infeksi saluran pernapasan, dan lebih mungkin mengembangkan komplikasi seperti pneumonia pada tahap selanjutnya.

Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.