3 Kedai Bakso Unik Rekomendasi Food Vlogger, dari Bentuk Kuburan Sampai Campur Rujak

Bakso Kuburan

 Bakso merupakan kuliner khas Indonesia yang banyak dijual di kedai, gerobak bahkan sampai restoran. Umumnya bakso terbuat dari campuran daging sapi giling, tepung tapioka, lalu dibuat seperti bola.

Namun, semakin banyaknya para penjual bakso, mereka berlomba untuk membuat bakso yang unik dan berbeda dari lainnya, agar laris dan viral. Hal itu direspons oleh para vlogger dengan berlomba membuat video kuliner yang tak kalah unik dan menarik.


Salah satunya adalah food vlogger bernama Magdalena Fridawati. Melalui akun MGDALENAF di Youtube, ia mengunggah sejumlah video ulasan kedai bakso unik yang menarik perhatian. Berikut tiga kedai bakso yang disambangi dan direkomendasikan oleh Magdalena.

1. Bakso Kuburan

Dalam unggahan pada 2 Agustus 2020, Magdalena mencicipi bakso yang dinamakan "Kuburan Netizen Julid". Ia memerlihatkan sebuah bakso berukuran 35 kilogram dan panjang mencapai 70 cm, saat mengunjungi kedai Bakso Rusuk Joss di kawasan Bekasi, Jawa Barat.

Sesuai namanya, baso tersebut berbentuk kuburan, lengkap dengan nisan bertuliskan 'Netizen Binti Julid'. Cara penyajian bakso ini pun juga cukup unik, karena topping kuah saus, daging dan cabai rawit ditaburkan di atasnya layaknya kuburan yang dipenuhi berbagai macam bunga.

Saat ingin menyantap, Magdalena yang ditemani Influencer Jovie Adhiguna memotong bakso tersebut yang ternyata masih ada kejutan lain di dalamnya. Di dalamnya terdapat keju mozarella seberat empat kilogram serta bakso lava, yaitu bakso berukuran kecil dengan kuah cabai super pedas.



Menurut Magdalena, sausnya seperti rasa bolognaise yang nikmat. Tetapi, bakso kuburan ini bukan menu reguler sehingga Anda harus memesan lebih dulu beberapa hari sebelumnya. Bakso kuburan ini dibanderol dengan harga Rp3 juta sampai Rp5 juta per porsi.

2. Bakso Lobster

Bakso Lobster

Dalam unggahan lainnya, Magdalena bertandnang ke gerai bakso lobster Geger Armada yang ada di Perumahan Permata Regency, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Sesuai dengan namanya, kreasi bakso yang satu ini memang menggunakan lobster sebagai salah satu bahan utamanya. Bakso lobster Geger Armada langsung menyita perhatian warganet Indonesia setelah viral di Twitter.

Magdalena pun tak mau ketinggalam mencoba bakso yang sempat viral itu. Ia juga ingin membuktikan sekaligus menepis kabar kalau kedai tersebut menggunakan lobster plastik. Setelah mencoba dan bertanya langsung pada pemiliknya, lobsternya ternyata memang asli dan didatangkan langsung dari kampung halaman pemilik warung di Cilacap, Jawa Tengah.

"Jadi ini bukan lobster bohongan ya, ini memang asli dan rasanya enak banget. Harganya juga nggak mahal. Satu mangkok seharga Rp40 ribu, kamu sudah mendapatkan tiga bakso kecil, mi, sayur dan satu lobster utuh yang sudah dibalut dengan daging," terang Magda.

Menurut Magda, lobsternya sangat tebal dan diracik agar tidak amis, rasa dari campuran kuah dari lobster sangat segar.  Ia juga sempat mencicipi Bakso Beranak yang harganya paling murah yaitu Rp15 ribu. Bakso ini berukuran besar dengan isian banyak bakso kecil dan telur puyuh.


3. Bakso Rujak

Dalam unggahan terbarunya pada 6 September 2020, Madgalena menguggah video Bakso Rujak Bi Enti yang berlokasi kawasan Cigombong, Bogor, Jawa Barat. Bila biasanya kuah bakso terbuat dari kuah kaldu, bakso yang satu ini memakai kuah yang dicampur dengan sambal rujak, serta isian buah-buahan yang biasa terdapat dalam rujak.

Baksonya ada ukuran besar, sedang dan kecil. Sementara, buah potongnya terdiri dari mangga, nanas, bengkoang dan pepaya.

Menurut sang penjual, seorang pria berusia 65 tahun yang mengaku punya nama panggilan Justin Bibir, awalnya ia hanya berjulan bakso biasa sejak 25 tahun lalu. Kemudian, ia dan istrinya yang berjualan rujak bereksperimen dengan mencampurkan bakso dan rujak. Kreasinya ternyata banyak laris dan cukup laris sampai saat ini.

"Untuk rasa dari bakso ini, sangat worth it, hanya Rp.16.000, sudah bisa menikmati satu bakso ukuran besar, serta buah kuah rujak jadi satu," kaat Magdalena.

"Rasa kuahnya terasa seperti kuah tom yam, perpaduan antara asam dan manis. Buahnya juga nggak terlalu manis jadi pas sama rasa baksonya yang gurih," sambung Magdalena. Meski berada di dalam gang, warung Bakso Rujak Bi Enti cukup dikenal dan bahkan sudah beberapa kali diliput oleh media.








Sumber : liputan 6

No comments

Powered by Blogger.