4 Risiko Kencan via Aplikasi Online, Masih Berani?


TIDAK sedikit kasus kencan online berujung petaka. Kejadian terbaru dialami korban Kalibata City yang diduga menjalin cinta buta di aplikasi kencan online.

Namun, tak sedikit juga yang berhasil menjalin kencan online. Ya, dalam kata lain Anda mendapatkan jodoh dari aplikasi kencan online. Tapi, tetap saja Anda mesti waspada terhadap teman online itu.

Sebab, bisa saja Anda malah kena jebakan dari kencan online tersebut. Nah, di artikel ini Okezone coba menjelaskan pada Anda beberapa risiko buruk yang bisa Anda dapatkan dari menjalin hubungan hingga melakukan kencan online.


Informasi yang dicantumkan palsu

Bertemu lewat aplikasi online membuat Anda tidak tahu bagaimana wujud aslinya orang tersebut. Informasi berupa foto, alamat atau biodata bisa jadi merupakan informasi palsu.

Mungkin ketika kita mengobrol dengan orang tersebut dia menunjukkan sikap baik, namun kita tidak tahu sifat dan kepribadian asli orang tersebut. Bisa saja kita mengobrol dengan orang yang sebenarnya berniat jahat.




Masalah privasi

Jika Anda mencantumkan alamat rumah dan email asli, bahkan data diri Anda selengkapnya, bisa saja hal ini akan disalahgunakan. Untuk itu, jangan mudah mencantumkan atau memberikan data pribadi Anda kepada seseorang yang baru Anda kenal lewat aplikasi kencan online untuk mencegah terjadinya penipuan.

Pemalsuan status hubungan

Ini adalah salah satu kekhawatiran terbesar saat menggunakan aplikasi kencan online. Kita tidak tahu status sebenarnya dari lawan bicara kita. Bisa saja orang tersebut berbohong, mengatakan dirinya single, padahal sudah berstatus 'married'.


Rentan terhadap penipuan

Ada begitu banyak aksi penipuan yang telah terjadi di media sosial dan juga situs kencan online. Mereka (pelaku) memajang profil palsu dengan berpura-pura menjadi seseorang yang terlihat baik dan menarik secara tampilan, padahal mungkin aslinya tidak seperti itu.

Bisa jadi orang tersebut adalah orang dewasa yang sedang mencari 'mangsa' anak remaja untuk diajak berhubungan seks saja. Ya, awalnya mereka akan mencoba menjalin percakapan melalui fitur chatting terlebih dahulu. Biasanya mereka akan berkelakuan sangat baik dan perhatian untuk menarik simpati dari calon korbannya.

Setelah korban percaya bahwa mereka memiliki reputasi baik, barulah mereka memulai niat jahat mereka seperti meminta korban mengirimkan uang atau barang, mengajak ketemuan di dunia nyata dan kemudian melecehkan korban secara seksual dan lain sebagainya. Oleh karena itu kita harus hati-hati juga jika menggunakan aplikasi online ini.


Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.