Dewan Urusan Daratan menolak spekulasi tentang penahanan pengunjuk rasa Hong Kong


Dewan Urusan Daratan menolak untuk mengkonfirmasi atau menyangkal laporan terbaru tentang lima warga Hong Kong yang diduga ditahan di Kaohsiung selama hampir dua bulan dan tidak dapat menghubungi keluarga mereka, dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

Pernyataan dewan tersebut muncul setelah jurnalis lokal Edd Jhong (鐘聖雄) mengaku sebagai salah satu orang, yang mencoba membantu membawa lima pengunjuk rasa Hong Kong ke Taiwan, di halaman Facebook-nya.

Menurut laporan media di Taiwan dan Hong Kong pada akhir Agustus, lima warga Hong Kong yang mengambil bagian dalam protes pro-demokrasi di wilayah yang dimulai pada Juni 2019, ditangkap oleh Administrasi Penjaga Pantai setelah ditemukan hanyut di kapal dekat Kepulauan Dongsha yang dikuasai Taiwan di Laut Cina Selatan.

Kapal mereka kehabisan bahan bakar dalam perjalanan ke Taiwan, dan lima orang yang diselamatkan telah ditahan di Kaohsiung, kata laporan itu.

Jhong mengatakan dalam posting online-nya bahwa lima orang belum dapat menghubungi keluarga mereka, pengacara atau siapa pun dari kelompok hak asasi manusia. Sebagai tanggapan, dewan mengatakan tidak mengomentari kasus-kasus tertentu dan mendesak masyarakat untuk tidak terlibat dalam spekulasi yang tidak perlu. .


Dewan tersebut juga mengatakan pihaknya mencurigai informasi tertentu yang diedarkan untuk tujuan yang tidak jelas dan dapat membahayakan mekanisme dewan yang ada yang dibentuk untuk membantu rakyat Hong Kong karena alasan kemanusiaan.

Sebagai bagian dari mekanisme pemerintah untuk menawarkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Hong Kong, dewan tersebut mendirikan Kantor Layanan dan Pertukaran Taiwan-Hong Kong pada 1 Juli.

Namun, Shih Yi-hsiang (施逸翔), sekretaris jenderal Asosiasi Hak Asasi Manusia Taiwan, mengatakan pemerintah perlu membentuk mekanisme bantuan pengungsi yang komprehensif yang menawarkan perlindungan penuh kepada pencari suaka.

Asosiasi tersebut telah berkampanye untuk undang-undang tentang perlakuan terhadap pengungsi, meskipun rancangan undang-undang tentang masalah tersebut telah gagal melewati Badan Legislatif dalam beberapa tahun terakhir.


Sumber : taiwan news

No comments

Powered by Blogger.