Dokter Tirta Sebut 5 Alasan Masyarakat Tidak Mau Pakai Masker

Sebagai relawan yang turun langsung ke lapangan, Dokter Tirta cukup memahami apa saja alasan masyarakat yang sampai sekarang tidak mau patuh menggunakan masker. Alasannya beragam, mulai dari edukasi tidak 'nyampe' hingga kepecayaan yang keliru.

Ya, persoalan hoaks sepertinya masih memegang peranan penting dalam kengambilan keputusan seseorang dalam menggunakan masker. Hal ini menjadi tugas kita bersama untuk terus mengedukasi masyarakat betapa pentingnya penggunaan masker tersebut.


1. Bosan

Jangan heran mengetahui fakta ini. Menurut Dokter Tirta, rata-rata masyarakat sudah mulai bosan dengan menggunakan masker. Hal ini terjadi karena pemikiran mereka yang bingung, kenapa masih pakai masker tapi angka kasus positif terus bertambah setiap harinya.

"Ada anggapan juga data yang disajikan tidak transparan. Tapi, yang paling berpengaruh tuh pemikiran begini, 'saya sudah pakai masker, tapi kok angkanya terus naik? Akhirnya muncul yang namanya anggapan konspirasi," papar Dokter Tirta, belum lama ini.

Baca Juga : Pesona Chelsea Islan Bergaya Girly hingga Rock, Cantiknya Kebangetan!

2. Edukasi tidak 'nyampe'

Jika Anda beranggapan masyarakat sudah teredukasi dengan baik soal pentingnya pakai masker, maka hal tersebut tidak ditemukan 100 persen di lapangan. Menurut penuturan Dokter Tirta, banyak masyarakat di daerah, kabupaten, yang tidak melek media sosial. Saluran televisi dan radio pun dianggap belum masif menyebarkan edukasi pentingnya pakai masker ini.

"Kalau mau tahu, masih ada, lho, masyarakat di pedesaan yang menganggap Covid-19 itu keluarnya malam saja. Ini beneran ada," cerita dokter yang juga pengusaha itu.

3. Info hoaks di WhatsApp

Enggak bisa dipungkiri, banyak sekali informasi sesat yang menyebar di WhatsApp, salah satunya soal kalau pakai masker saat naik sepeda bisa mati, atau kesalahpahaman lainnya soal penggunaan masker. Jadi, diharapkan agar masyarakat semakin pandai untuk memilah mana informasi yang layak disebarkan, mana yang langsung dihapus saja.

4. Tokoh besar tidak konsisten terapkan protokol kesehatan

Mau enggak mau, untuk sebagian orang mereka berkaca pada panutannya, misalnya ke tokoh besar. Mereka itu misalnya saja pejabat pemerintah, influencer, atau siapapun yang coba mengedukasi soal masker ini.

"Saat mereka melihat para tokoh besar itu tidak taat jalankan protokol kesehatan, misalnya pakai masker, mereka pun langsung kehilangan kepercayaan itu dan beranggapan pakai masker saat campaign, ya, sebatas gimik saja, bukan sesuatu yang memang penting," papar Dokter Tirta.

Hal ini pernah terjadi pada dirinya. Momen itu datang saat dirinya mengisi edukasi di tempat makan di daerah Senopati, Jakarta Selatan. Di situ, dirinya sempat diajak foto oleh temannya dan sedang lepas masker. Foto itu langsung viral dan kepercayaan publik pun menurun semenjak itu.

"Itu preseden buruk untuk saya. Setelah kejadian itu, saya langsung introspeksi diri dan sadar bahwa sebagai sosok yang dilihat, dia mesti konsisten dalam memberikan edukasi. Sejak saat itu, saya sebisa mungkin tidak melanggar protokol kesehatan untuk diri saya sendiri pun demi kepercayaan orang lain," terangnya.

5. Perbedaan pendapat di masyarakat

Ini berkaitan dengan anggapan sebagian masyarakat yang menganggap pakai masker itu cemen atau tidak macho. "Ya, benar soal maskulinitas bakal berkurang kalau pakai masker dan itu saya temukan di lapangan juga. Jadi, ada yang beranggapan, cowok cemen kalau pakai masker!" ceritanya.



 

Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.