e-Commerce Milik Alibaba Terancam Diusir dari Taiwan, Kenapa?


Taiwan mengancam akan akan mengusir e-commerce milik Alibaba, Taobao dari negara kota ini jika dalam 6 bulan tidak mendaftarkan ulang sebagai perusahaan China bukan sebagai perusahaan asing.

Tindakan keras ini adalah sebagai dampak kebijakan baru pemerintah yang meningkatkan pengawasan terhadap investasi China dan operasi perusahaan teknologi China di Taiwan. Sebelum Taiwan juga mengancam menghentikan penjualan layanan streaming televisi internet China.

Komisi investasi Kementerian Ekonomi Taiwan mengatakan Taobao Taiwan dioperasikan oleh perusahaan yang terdaftar di Inggris bernama Claddagh Venture Investment, yang berdasarkan penelusuran Pemerintah Taiwan, dikendalikan oleh Alibaba Group Holding Ltd. China.

Komisi tersebut juga prihatin tentang keamanan informasi karena data pengguna dikirim kembali ke China dan Taobao Taiwan telah didenda 410.000 dolar Taiwan atau setara US$ 13.961 dan memiliki enam bulan untuk menarik investasinya atau mendaftar ulang.

"Kami tidak menganggap perusahaan itu sebagai investasi asing," kata juru bicara Komisi Investasi Kementerian Ekonomi Taiwan Su Chi-Yun seperti dikutip dari Reuters, Selasa (25/8/2020). "Mereka harus memutuskan apakah akan membatalkan investasi atau memperbaiki investasi mereka."

Seharusnya Taobao Taiwan mendaftarkan diri sebagai investasi China tetapi demi menghindarkan aturan yang ketat mereka masuk sebagai investasi asing.

Claddagh Taiwan menyatakan penyesalan atas langkah tersebut dan mengatakan tidak menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah, tetapi menghormati keputusan tersebut dan akan "melakukan perbaikan secepat mungkin".

Dalam laporannya, Taobao Taiwan yang diluncurkan tahun lalu, adalah perusahaan yang sama sekali berbeda dari Taobao China dan tidak berada di bawah Alibaba Group. Claddagh terdaftar di kota Altrincham di Inggris.

Alibaba sendiri menolak mengomentari kebijakan tersebut karena "tidak dalam posisi untuk berkomentar".
Claddagh terdaftar di kota Altrincham di Inggris.

Su Chi-Yun menambahkan jika Taobao memilih untuk mendaftar sebagai investasi China di Taiwan, perusahaan juga melanggar aturan negara yang melarang perusahaan China untuk menggarap bisnis penting seperti pemrosesan pembayaran pihak ketiga atau iklan.




Sumber : cnbcindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.