Final, Tidak Ada Kenaikan Gaji Untuk PMI Hongkong Tahun Ini, Semua Tetap Sama Sebagaimana Telah Berjalan, Ini Alasannya



Melalui press release yang dikeluarkan oleh Departemen Ketanagakerjaan, pemerintah mengumumkan hari ini, Selasa (29/9/2020), bahwa upah minimum (MAW) untuk pekerja rumah tangga (PRT) migran di Hong Kong tidak akan ada kenaikan. Artinya upah minimum akan tetap  sebesar HK$ 4.630 per bulan, dan tunjangan makanan akan tetap sebesar HK$ 1.121 per bulan.

“Pemerintah meninjau MAW dan tunjangan makanan untuk PRT migran secara teratur. Sesuai dengan praktik yang ada, kami telah mempertimbangkan dengan cermat kondisi umum ekonomi dan pasar tenaga kerja Hong Kong selama setahun terakhir, dan mempelajari kondisi serta prospek ekonomi jangka pendek Hong Kong termasuk dampak dari pandemi COVID-19. Dengan mempertimbangkan hal-hal di atas, keterjangkauan pemberi kerja atas mata pencaharian PRT migran di Hong Kong. Pemerintah telah memutuskan bahwa MAW dan tunjangan makanan untuk PRT migran tahun ini tidak berubah,” ujar jurubicara dari Departemen Ketenagakerjaan.

Dilansir dari RTHK, selama ini pemerintah selalu meninjau gaji PRT migran setiap tahunnya, dengan upaya dari berbagai organisasi pekerja migran, biasanya pemerintah menawarkan kenaikan upah yang tidak seberapa. Tahun lalu, depepartemen ketenagakerjaan memberikan kenaikan hanya 2,4 persen, dan pada 2018 gaji PRT migran naik 2,5 persen. Namun tahun ini upah pekerja migran tidak ada kenaikan.

Berdasarkan Kontrak Kerja Standar untuk mempekerjakan PRT migran, majikan diwajibkan untuk menyediakan makanan gratis bagi pekerjanya, atau mengantikanya dengan uang sebesar yang telah ditentukan maupun disepakati bersama. Saat ini, sebagian besar pemberi kerja menyediakan makanan gratis untuk PRT migrannya. Namun, pemberi kerja dapat memilih untuk membayar tunjangan makan sebagai penggantinya jika memang telah disepakati.

Menurut juru bicara tersebut MAW dan tunjangan makanan untuk PRT diatur untuk melindungi PRT migran dari eksploitasi, dan untuk melindungi pekerja lokal dari persaingan dengan tenaga kerja asing berupah rendah. Majikan dapat memilih untuk membayar PRT mereka lebih dari MAW dan tunjangan makanan minimum, dengan memperhatikan keadaan masing-masing.







Sumber : suarabmi.com

No comments

Powered by Blogger.