Gadis AS Isabella Guzman Tikam Ibunya hingga 151 Kali, tapi Tak Dipenjara




      Nama Isabella Guzman viral di media sosial (medsos). Perempuan asal Colorado, Amerika Serikat (AS), tersebut dinyatakan tidak bersalah atas kasus penusukan terhadap ibu kandungnya Yun Mi Hoy sebanyak 151 kali pada Agustus 2013.




Melansir Dailymail, perempuan kelahiran 1995 itu dituduh membunuh ibunya di rumah pada 28 Agustus 2013. Namun, pada persidangan dia divonis tidak bersalah karena menderita sakit jiwa sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa Colorado.

Jaksa George Brauchler mengatakan, ketika melihat kasus ini, terlihat pembunuhan mengerikan dan kejam oleh anak perempuan terhadap ibunya.

"Aku belum pernah melihat orang dengan luka tusuk sebanyak itu. Dia menikamnya lebih dari 150 kali. Jadi, Anda ingin orang itu dimintai pertanggungjawaban," katanya melansir Dailymail, Senin (7/9/2020).

"Tetapi, sistem kami adalah sistem yang tidak hanya sarat dengan hukuman atau penjara, tapi terikat pada keadilan. Anda harus melihat komponen ini, yaitu kesehatan mental," ujar Brauchler.

"Kesimpulan akhirnya adalah dia menderita penyakit mental yang membuatnya tidak dapat membentuk kemampuan untuk mengetahui yang benar dari yang salah-baik secara hukum maupun moral," katanya.

Sementara itu, dalam kesaksiannya Dr Richard Pounds mengatakan, Isabella Guzman didiagnosis menderita skizofrenia.

"Ada tanda-tanda halusinasi yang jelas. Dia menatap ke luar angkasa, bercakap-cakap dengan orang-orang yang tidak hadir, dan dia menertawakan dirinya sendiri," kata Pounds.

Brauchler menyebut itu merupakan keputusan sulit. Ia mengatakan, dalam kasus ini, dia yakin berdasarkan bukti yang dilihatnya, Guzman tidak tahu benar dan salah.

"Saya yakin akan hal itu. Demi keadilan, saya harus mengambil langkah-langkah ini," ucapnya.

Sebelumnya dilaporkan, Guzman menikam ibunya Yun Mi Hoy sebanyak 79 kali di bagian wajah dan leher. Namun, berdasarkan kesaksian di pengadilan, diketahui Guzman menikam ibunya sebanyak 151 kali, termasuk 35 tusukan di wajah dan 51 kali di leher.

Isabella kemudian menghabisi ibunya dengan memukulinya dengan tongkat baseball.

Berdasarkan keterangan aparat, Isabella sering melawan ibunya sebelum kejadian nahas itu. Bahkan sehari sebelum kejadian, Isabella mengirimkan email ancaman kepada ibunya.

Saat hari kejadian, polisi setempat datang ke rumah korban atas laporan perselisihan keluarga. Hoy kemudian memanggil mantan suaminya yang merupakan ayah Isabella, Robert Guzman, untuk berbicara pada gadis yang saat itu berusia 18 tahun.

Kemudian pukul 10.11 malam, ayah tiri Isabella yang tinggal di rumah itu, Ryan Hoy, menelepon panggilan darurat lantaran gadis itu memukuli ibunya di kamar mandi yang terkunci.

Roy Hoy kemudian berlari ke kamar mandi lantai atas dan dia melihat darah mengalir di bawah pintu. Setelah itu, Isabella keluar dan kabur sambil memegang pisau.

Roy Hoy kemudian mendapati istrinya sudah meninggal. Polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian dan menyebut peristiwa tersebut "cukup mengerikan".

Sejak kabur, jejak Isabella tidak terlacak hingga keesokan harinya. Polisi menyebut Isabella lari ke toilet perempuan di suparmarket terdekat, lalu mencuci rambut dan mengganti pakaiannya. Polisi pun kemudian berhasil menemukan dan menangkap Isabella.

Sumber :Okezone

No comments

Powered by Blogger.