Gatot Soenjoto Sempat Demam Sebelum Meninggal Dunia di Rumahnya

Gatot Soenjoto meninggal dunia, Sabtu (12/9/2020) dini hari. Kabar duka ini disampaikan oleh pengamat musik Stanley Tulung dan juga diunggah di akun Facebook seniman serba bisa itu.

Dalam keterangannya kepada Liputan6.com, Sabtu pagi, Stanley mengabarkan Gatot Soenjoto mengembuskan nafas terakhir di kediamannya di kawasan Pondok Gede, Bekasi pada pukul 01.45 WIB dini hari.

"Om Gatot nggak ada sakit. Tapi sempat demam. Belakangan nggak doyan makan," papar Stanley.

Seniman serba bisa ini lahir di Malang, Jawa Timur, 28 Agustus 1940. Gatot Soenjoto juga dikenal sebagai musisi dan juga ahli velontriquisme, yaitu seseorang yang memiliki kemampuan berbicara dari perut. Dalam aksinya ini dia ditemani boneka Tongki di era tahun 1980-an.

Personel Band

Sekedar membuka catatan panjang karier Gatot Soenjoto di dunia entertainmen Indonesia, terdapat sejumlah fakta menarik. Pertama kali Gatot Soenjoto belajar ventriloquisme yaitu di New York tahun 1974.

Mengutip dari Wikipedia, dia mengaku itu terjadi saat dirinya bermain musik bersama Band Los Morenos Restoran Ramayana, di Negeri Paman Sam. Katanya, sang guru adalah Michael Tannen.

Satu Band dengan Bob Tutupoly

Stanley pun menjelaskan sebagai pemain perkusi, Gatot Soejoto pernah satu band dengan seniman besar lainnya. "Beliau sempat satu band dengan Om Bob Tutupoly di band Bhinneka Ria di Surabaya.

Gatot lahir di Malang dan meniti karier awalnya dari Kota Pahlawan sebelum akhirnya ke Ibukota.

One Hit Wonder

Dalam Ensiklopop Indonesia ditulis, Gatot juga seorang komposer. Salah satu lagu ciptaannya ngehit di era tahun 1970-an dan legendaris sampai sekarang, yaitu tembang "Gubahanku”. Inilah single hit Deddy Damhudi.

”Terus terang lagu saya yang bisa ditonjolkancuma Gubahanku. Sepulang dari bermain musik di Amerika bersama Los Morenos di tahun 1974, saya mulai aktif lagi bikin lagu. Tapi perusahaan rekaman masih belum tertarik merekam. Mungkin mereka punya pertimbangan lagu saya itu kurang ngepop. Walaupun saya telah mencoba membuat lagu sekomersiel mungkin,” ujar Gatot dikutip dari Ensiklopop Indonesia tentang lagu one hit wonder yang diciptakan itu yang ikut Festival Lagu Pop Indonesia tahun 1973.

Tampil dalam Beragam Gaya

Gatot Soenjoto yang terampil memainkan berbagai alat musik,menyanyi,melawak dan sulap itu mengaku mulai menulis lagu di tahun 1963.

”Saya banyak meraup ilmu musik dari Bing Salmet hingga Jack Lesmana, juga Mochtar Embut," papar Gatot Soenjoto, masih dari sumber yang sama.

Komentar Lucu Tongki

Di era tahun 1980-an, Gatot Soenjoto dikenal menjadi seniman kesayangan anak-anak Indonesia. Soalnya Gatot sering tampil bersama boneka Tongki. Dengan kemampuan Ventriloquisme, Gatot berbicara sebagai boneka Tongki dari suara perutnya.

Komentar lucu Tongki saat berbicara dengan Gatot di panggung bisa disaksikan di acara Aneka Ria Anak-Anak di TVRI pada era tahun 1980-an. Gatot juga melengkapi aksi menghibur anak-anak dengan kemampuan sulapnya.

Keluarga Kehilangan

Rasa kehilangan demikian besar dirasakan keluarga atas kepergian pria yang meninggal di usia 80 tahun itu. Dalam akun Facebook @Indonesian Multi Entertainer Gatot Soenjoto & Tongki rasa duka itu juga ditulis sang anak.

"Hari ini adalah momen terberat bagi kami keluarga Pondok Tongki. Sabtu dini hari, tanggal 12 Sept 2020 Papa kami tercinta, idola saya, mentor saya Gatot Soenjoto, berpulang kembali ke Sang Maha Pencipta. Papa meninggalkan kami dengan damai dalam tidurnya di rumah dan bersatu dengan semesta. Papa adalah orang yang sangat dicintai, yang semasa hidupnya selalu bersama keluarga hingga akhir hayatnya.Papa, kami akan selalu mencintaimu, dan menjalani hidup yang akan membuatmu bangga.Banyak cinta selalu, Tuhan memberkati, sampai kita bertemu lagi. ?????????? Sun sungkem kami keluarga Pondok Tongki: Devi, Deva, Dian, Dinda, Canda, Candrika, dan Mama Istijah Prajitnaningsih.

Inilah tulisan sang putra; Deva Gatot Permana di laman jejaring sosial itu.


 

Sumber : liputan6

No comments

Powered by Blogger.