Hilang Selama 6 Hari di Hutan Bario Malaysia, TKI Berusia 51 Tahun Asal Makassar Ditemukan Selamat




       Syamsuddin (51), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang sempat dikabarkan hilang di hutan Negeri Sarawak, Malaysia dilaporkan berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.



Laporan penemuan TKI asal Makassar ini disampaikan oleh Koordinator SAR Nunukan, Anggi Endra, melalui keterangan tertulis pada Kamis, 24 September 2020.

“Iya, saya dapat informasi korbannya sudah ditemukan oleh petugas ukur hutan Malaysia dalam kondisi selamat,” kata Anggi

Syamsuddin diperkirakan hilang di hutan Lawas Negeri Sarawak saat hendak pulang ke Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, pada 16 September 2020.

TKI tersebut tersesat selama enam hari dan ditemukan berada di bawah pohon dalam keadaan lemas karena tidak memakan apapun.

Sementara itu, informasi dari anak kandung korban yang bernama Ningsih, ia membenarkan bahwa orangtuanya ditemukan dalam kondisi selamat namun lemas karena tidak mendapat asupan makanan selama enam hari tersesat di hutan.

Dalam pernyataan Ningsih lewat telepon, ia menjelaskan bahwa pihak keluarga mengetahui kondisi Syamsuddin yang selamat dari korban yang menelpon langsung istrinya di Makasar pada Rabu sore.

“Iya, bapakku sudah ditemukan oleh petugas Malaysia di Hutan Bario,” kata Ningsih saat dimintai konfirmasi lewat telepon pada Kamis, 24 September 2020, sebagaimana diberitakan Pikiranrakyat-depok.com sebelumnya dalam artikel "Tersesat di Hutan Malaysia Selama 6 Hari, TKI Asal Makassar Ditemukan dalam Keadaan Lemas".

Kendati telah ditemukan, Ningsih mengaku bahwa hingga saat ini sang ayah masih ditampung di rumah petugas hutan Malaysia untuk diamankan hingga kondisi tubuhnya kembali normal.

“Bapakku masih di rumah petugas (Malaysia) yang temukan,” ujar Ningsih.

Sementara itu, informasi yang diperoleh dari tim SAR Nunukan menyebutkan bahwa Syamsuddin hilang di tengah hutan Malaysia ketika hendak pulang ke Long Bawan dengan berjalan kaki.

Korban diduga tidak memiliki uang untuk biaya pulang ke wilayah Indonesia. Korban telah menjadi TKI selama satu tahun dan bekerja di Lawas Negeri Sarawak, Malaysia.

Sumber :pikiran rakyat

No comments

Powered by Blogger.