Indonesia menolak permintaan China untuk membuat pangkalan militer

Pertemuan pejabat tinggi pertahanan China dan Indonesia di Jakarta 8 September (foto CNA)

Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto mengatakan kepada mitranya dari Tiongkok, Wei Fenghe (魏 鳳 和), bahwa negaranya tidak akan menerima permintaan untuk pangkalan militer Tiongkok di negara tersebut, laporan mengatakan Jumat (11 September).

Pembicaraan itu terjadi selama pertemuan antara dua pejabat tinggi pertahanan di Jakarta pada 8 September, menurut laporan Kompas. Indonesia menempati lokasi yang strategis di tepi selatan Laut Cina Selatan dan di jalur laut utama antara Cina dan Samudera Hindia, Timur Tengah, Eropa dan Afrika.

Prabowo juga mengecualikan kemungkinan bahwa Indonesia akan menandatangani perjanjian militer dengan negara lain, kata seorang juru bicara militer. China tidak akan pernah diizinkan untuk mendirikan pangkalan di tanah Indonesia, karena pemerintah melakukan kebijakan luar negeri aktif berdasarkan kebebasan nasional, kata seorang juru bicara militer.


Menurut laporan AS tentang militer China yang diterbitkan 1 September, Beijing ingin memperluas jangkauannya ke luar negeri dengan membuka lebih banyak pangkalan. Djibouti di Tanduk Afrika adalah salah satu lokasi yang diperdebatkan, tetapi China sedang mempertimbangkan beberapa negara lain, dari Sri Lanka dan Myanmar, hingga ke Seychelles di lepas pantai Afrika Timur, CNA melaporkan.


Sumber : taiwan news

No comments

Powered by Blogger.