Jangan Dipaksakan Menikah, 5 Tanda Dia Bukan Calon Suami Idaman

Saat perempuan memutuskan untuk menikah dengan seseorang, terkadang ada hal-hal yang kemudian memunculkan pertanyaan penuh keraguan. Benarkah dia adalah pria terbaik? Apakah dia memang calon suami idaman?

Haruskah tetap menikah ketika merasa ragu-ragu? Melansir Yourtango, berikut beberapa yang menunjukkan bahwa kamu mungkin lebih baik tidak menikah dengannya.

Kamu tidak tertarik lagi kepadanya

Seperti perasaan cinta, ketertarikan fisik memang bisa begitu dinamis. Namun, jika kamu menikah etelah kehilangan sebagian besar ketertarikan tersebut, sebenarnya itu bukan ide bagus.



Menurut konselor hubungan dan pemilik Double Trust Dating and Realtionships, David Bennett, jika dipaksakan, ketertarikan justru akan terus menurut.

"Banyak klien saya menikah tanpa ketertarikan, berpikir itu akan menjadi lebih baik, dan hasilnya adalah frustrasi seksual sejak awal," kata dia.

Orang-orang terdekat tidak menyukainya

 

Orang kasmaran mungkin bisa sangat gegabah dan tak peduli walau hubungan yang dijalani ditentang teman dekat atau bahkan keluarga. Namun, nyatanya kamu akan tetap membutuhkan mereka setelah menikah.

Satu atau dua orang yang tidak suka mungkin bukan masalah. Bagaimana jika hampir semua orang di sekitarmu tidak menyukai dia? Ada baiknya mempertimbangkan pendapat mereka juga.

Kamu terus memohon agar dia menikahimu

Jika dia memang ingin menikah denganmu, seharusnya tidak perlu ada paksaan dari orang lain. Kamu pun tidak perlu selalu memohon agar segera dinikahi.

"Saya mengenal banyak pasangan yang menikah dan itu sepenuhnya didorong oleh satu pasangan, sementara yang lain merasa terseret," kata Bennett. "Ini adalah resep untuk bencana yang akhirnya terjadi, karena hati pasangan itu benar-benar tidak ada di dalamnya."

Kamu ingin mengubah pasanganmu

Bennett mengatakan, banyak orang menikah dengan harapan bisa mengubah pasangan menjadi orang yang lebih baik. Namun, itu adalah pemikiran yang salah.

"Jika pasangan Anda adalah tukang selingkuh sebelum menikah, mereka akan melakukannya setelah menikah. Jika pasangan Anda dramatis dan bertengkar dengan Anda sepanjang hari sebelum menikah, mereka akan sama setelah menikah," ujarnya.

Kamu hanya fokus pada pesta pernikahan, bukan apa yang akan dijalani seumur hidup

Bennett berkata, "Pernikahan adalah tentang berkomitmen dengan seseorang yang mencakup banyak pengorbanan dan kewajiban."

Menikah bukan hanya tentang pesta pernikahan yang mewah. Jika dia juga hanya fokus pada hal tersebut, apakah kalian benar-benar telah siap menghadapi berbagai cobaan dan tantangan dalam berumah tangga?


Sumber : suara

No comments

Powered by Blogger.