Kapsul Herbal China Diakui Internasional Ampuh Lawan Covid-19, dan 3 Obat Steroid Juga Terbukti Bermanfaat!


Pemerintah Kuwait memberikan persetujuan pada kapsul herbal China untuk dijadikan obat Covid-19. Pernyataan tersebut dikeluarkan produsen obat Shijiazhuang Yiling Pharmaceutical.

Menurut laporan GMP News, ini pertama kalinya kapsul herbal buatan China yaitu Lianhua Qingwen diberikan izin di negara selain China untuk pengobatan pasien Covid-19 kondisi ringan dan sedang. Dijelaskan di sana, obat tradisional China tersebut ternyata sudah disertifikasi oleh Administrasi Pendaftaran dan Pengendalian Farmasi dan Obat Herbal Kuwait.


Obat dalam bentuk kapsul tersebut terdaftar untuk mengatasi gejala pasien Covid-19 seperti demam, batuk, nyeri otot, hidung mampet, pilek, dan sakit kepala. Berdasar laporan Shijiazhung, obat tersebut memang sudah biasa mengatasi gejala yang disebabkan oleh virus seperti influenza musiman, influenza, virus influenza A subtipe H1N1, SARS, serta kasus Covid-19 ringan dan sedang.

Kapsul berisi racikan aneka bahan herbal ini dikenal memiliki khasiat anti-virus dan anti-inflamasi. Obat herbal ini rupanya sudah banyak disebar ke Brazil, Indonesia, Kanada, Romania, Thailand, dan Singapura.

Menurut informasi, kandungan obat ini adalah tanaman herbal yang sudah teruji khasiatnya seperti Lonicera japonica dan Fructuc forsythia. Bahan lain dalam obat herbal yang mulai eksis sejak pandemi Covid-19 muncul ini antara lain Pogostemon cablin yang biasa digunakan untuk menghentikan diare dan mengobati infeksi virus pada saluran pencernaan.

Sementara itu, obat lain yang juga diyakini bermanfaat untuk pasien Covid-19, menurut laporan New York Post, ialah hidrokortison, metilprednisolon, dan dexametason. Ketiga obat ini diberikan ke pasien yang sangat sakit hingga mereka membutuhkan ventilator untuk menjaga oksigen tetap tercukupi.

Tiga obat tersebut bahkan teruji menyelamatkan pasien Covid-19 kondisi kritis dari kematian. Hasil studi mengenai tiga obat ini bisa dilihat dalam Jurnal of American Medical Association.


Studi mengenai obat itu dilakukan dengan mengamati 678 pasien yang diberikan steroid (3 obat tersebut) dan dibandingkan dengan 1.025 pasien yang disuntikkan plasebo. Kebanyakan dari subjek penelitian sudah dalam kondisi kritis dengan tanda mendapatkan tindakan ventilator.

Setelah satu bulan, 33 persen pasien yang diberikan steroid meninggal dunia, sementara itu pasien yang tidak diberikan steroid meninggal dunia dalam jumlah 41 persen. Dari hasil itu, para peneliti menyimpulkan bahwa penurunan tingkat kematian secara keseluruhan mencapai 34 persen.

Obat-obatan murah itu bekerja dengan cara memperkuat sistem kekebalan tubuh agar virus tidak menyerang paru-paru.

Terkait dengan obat steroid ini, rupanya efektivitasnya sudah diakui dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam Jurnal of American Medical Association. Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah merekomendasikan untuk rumah sakit menambahkan 3 obat tersebut ke dalam resep pengobatan pasien Covid-19 kondisi parah.

Jadi, menurut meta-analisis dari tujuh studi berbeda tentang obat-obatan, ditemukanlah tiga obat murah dan mudah didapat ini yang ternyata ampuh turunkan risiko kematian hingga sepertiga dari pasien Covid-19 kritis.

"Steroid adalah obat yang murah dan mudah didapat dan analisis kami telah memastikan bahwa toga obat tersebut efektif dalam mengurangi kematian pasien Covid-19 kondisi parah," kata Jonathan Sterne, penulis utama studi.







Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.