Kasus Baru COVID-19 Taiwan, Salah Satunya Diduga Terinfeksi di Indonesia




Sejumlah negara di dunia dilaporkan tengah mengalami kenaikan kasus infeksi Virus Corona COVID-19. Salah satunya adalah Taiwan.

Seperti diberitakan Xinhua yang dikutip Selasa (8/9/2020), Negeri Formosa mencatat kasus baru COVID-19 dalam empat hari berturut-turut, menambah jumlah kasus infeksi menjadi 494 sesuai data badan pemantau epidemi di pulau itu pada Senin, 7 September.

"Seorang warga Taiwan, pria berusia 20-an tahun, dinyatakan positif terinfeksi virus itu pada Senin setelah kembali dari Nepal pada 3 September lalu," kata badan itu dalam siaran pers.

Pria tersebut dinyatakan negatif COVID-19 hingga tiga hari sebelum keberangkatannya dari Nepal dan tidak menunjukkan gejala yang mencurigakan ketika tiba di Taiwan, tetapi mulai mengalami demam, pilek, sakit kepala, dan diare pada 5 September, kata pernyataan itu.

Mulai 4 hingga 6 September, pulau itu melaporkan empat kasus baru COVID-19. Tiga di antaranya adalah warga Taiwan dan satu orang warga Filipina. Mereka diyakini tertular virus itu di Filipina, Indonesia, dan Jepang.

 Tahun ini menandai peringatan 75 tahun penandatanganan Piagam PBB. Sidang Umum PBB tahun ini juga akan digelar pada 15 September 2020.

Menteri Luar Negeri ROC, Taiwan, Jaushieh Joseph Wu, secara khusus menulis artikel, menyerukan Indonesia dan negara lain untuk mendukung partisipasi Taiwan dalam konferensi, mekanisme, dan kegiatan PBB.

Sebab, Wu menilai Taiwan berhasil menangani pandemi Corona COVID-19 dan menyebut partisipasi Taiwan di Perserikatan Bangsa-Bangsa dapat berkontribusi pada kesejahteraan manusia.

Menteri Wu mengatakan bahwa tahun ini Corona COVID-19 telah membawa krisis kesehatan masyarakat global, dan komunitas internasional perlu lebih melakukan upaya bersama dibandingkan masa sebelumnya, untuk membangun masa depan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan yang dicita-citakan oleh PBB dan negara-negara anggotanya.

Dalam rilis yang diterima Liputan6.com, Senin (7/9/2020), dari Kantor Dagang Taipei di Jakarta (TETO), dituliskan bahwa Menteri Wu mengatakan jumlah kasus Corona COVID-19 yang dikonfirmasi di Taiwan kurang dari 500 kasus, dan kematian hanya dalam satu digit, dan hasil penanganan pandemi sangat luar biasa.

Semua ini terutama karena berbagai tindakan pencegahan yang dilakukan oleh Taiwan dalam menghadapi pandemi Corona COVID-19.

Ia juga menyebut bahwa Taiwan juga menyediakan peralatan dan bahan medis ke negara lain yang sangat membutuhkan. Hingga akhir Juni tahun ini, Taiwan telah menyumbangkan 51 juta masker medis, 1,16 juta masker N95, 600.000 baju isolasi, 35.000 termometer dan berbagai peralatan medis lainnya ke lebih dari 80 negara, termasuk Indonesia.

Taiwan juga bekerja sama dengan negara-negara demokratis yang memiliki gagasan yang sama untuk mengembangkan alat rapid test, obat-obatan dan vaksin untuk Corona COVID-19. Menteri Wu menyatakan bahwa dalam "Deklarasi untuk memperingati 75 tahun berdirinya PBB", pemerintah dan kepala negara sepakat bahwa hanya solidaritas global yang dapat secara efektif mengakhiri pandemi.

Oleh karena itu, ia menyebut PBB harus lebih inklusif dan tidak boleh mengabaikan negara mana pun termasuk Taiwan dan siapa saja.

"Namun kenyataannya, Taiwan terus-menerus dikesampingkan dari sistem organisasi PBB."

 Selengkapnya di sini.




Sumber : Liputan 6

No comments

Powered by Blogger.