Keluhkan Nyeri Dada 3 Hari, Dokter Temukan Jarum di Jantung Remaja Ini





       Dokter di Amerika Serikat (AS) dikejutkan dengan penemuan sebuah jarum jahit di dalam jantung seorang remaja. Rupanya, remaja itu tak sengaja menelan benda itu.






Kejadian ini bermula ketika remaja laki-laki 17 tahun itu dilarikan ke Unit Gawat Darurat usai mengalami nyeri dada selama tiga hari. Ia merasakan rasa sakit yang tajam, menjalar ke punggung dan memburuk saat ia berbaring atau menarik napas dalam.

Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) menunjukkan hasil yang normal. Dokter khawatir bahwa remaja ini mengalami perimyocarditis atau radang otot jantung dan selaput di sekitarnya.

Sementara, tes di laboratorium menunjukkan bahwa pasien mengalami peningkatan kadar protein dalam darahnya yang mengindikasikan adanya cedera jantung.

Dikutip dari Science Alert pada Jumat (4/9/2020), hasil CT scan di dadanya menunjukkan ada sebuah benda asing berbentuk logam yang bersarang di jantungnya. Panjangnya sekitar 3,5 sentimeter dan menonjol keluar dari ventrikel kanan jantung.

"Benda asing intrakardiak sudah dideskripsikan dalam literatur, namun, mereka jarang ditemukan terutama pada pasien anak," tulis para dokter dalam laporan mereka di The Journal of Emergency Medicine.

"Kami mempresentasikan kasus seorang remaja laki-laki yang didiagnosis dengan perimyocarditis yang ditemukan dengan etiologi dasar yang tidak terduga: jarum jahit yang tanpa sadar tertelan."

Lakukan Operasi

Hasil wawancara dengan remaja itu mengungkapkan bahwa ia sering menggigit jarum mulutnya saat menjahit pakaian. Namun, ia bersikeras bahwa benda itu tak sadar tertelan.

Dokter pun menjalankan operasi jantung terbuka untuk mengangkat benda tersebut. Hasilnya, dapat dikonfirmasi bahwa benda itu adalah sebuah jarum.

Kepada Live Science, Dr. Bonnie Mathews, dari UMass Memorial Medical Center in Worcester, Massachusetts yang juga penulis utama laporan ini mengatakan bahwa kemungkinan, jarum itu berpindah dari perut ke jantungnya meski ada potensi telah bermigrasi dari tempat lain di sepanjang saluran pencernaan seperti kerongkongan atau usus kecil.

Para peneliti menyoroti potensi komplikasi yang merusak dari kasus tertelannya benda asing.

"Pertimbangan serius harus diberikan pada pengangkatan semua benda asing yang tajam, linear, yang tertelan untuk mencegah komplikasi akibat migrasi seperti yang dijelaskan dalam kasus ini."

Mereka menambahkan, benda asing yang tertelan seringkali berukuran kecil dan akan melewati saluran pencernaan tanpa komplikasi. Hal ini menyebabkan pasien harus diobservasi dengan pemindaian berulang untuk mencari tahu apakah mereka mengalami masalah.

Mathews menambahkan, remaja ini dinyatakan sembuh setelah operasi dan melaporkan tidak mengalami komplikasi apa pun yang mereka ketahui.

Sumber :liputan6

No comments

Powered by Blogger.