Klaster Tempat Makan Kian Merebak, Kenali Tingkat Risikonya


Studi terbaru CDC di Amerika Serikat menunjukkan bahwa orang dewasa yang positif terjangkit Covid-19, dua kali lebih besar kemungkinan pernah makan di restoran dalam 14 hari terakhir sebelum sakit, dibandingkan dengan orang yang negatif Covid-19.

Hasil ini diperoleh setelah CDC menginvestigasi 314 orang dewasa yang dites Covid-19 pada Juli 2020 karena memiliki gejala. Dari pemeriksaan tersebut terdapar 154 orang yang dinyarakan positif. Selain makan di restoran, pasien juga dilaporkan pergi ke bar, kedai kopi, atau pusat kebugaran.

Sekadar informasi, terdapat 20 kasus Covid-19 pada Agustus 2020 di warung soto di Yogyakarta. Disusul dengan 20 kasus pada salah satu rumah makan di Semarang, 15 di rumah makan rawon Probolinggo dan delapan kasus di rumah makan Bogor.

Berdasarkan siaran pers, @pandemictalks ‘Risiko Tinggi Penyebaran Masif Covid-19 di Klaster Tempat Makan’, Senin (14/9/2020), terdapat setidaknya empat macam risiko saat beraktivitas di tempat makan sesuai dengan penelitian CDC.

1. Tingkat risiko rendah meliputi layanan makanan terbatas pada drive through delivery (pengantaran pesanan), dan take away.

2. Tingkat risiko sedang meliputi tempat makan yang memiliki area makan di luar ruangan (outdoor). Kapasitas tempat duduk dikurangi dan ada jarak setidaknya 1,8 meter.

3. Tingkat risiko tinggi meliputi makan di tempat dengan tempat duduk dalam dan luar ruangan. Kapasitas tempat duduk dikurangi dengan jarak terpisah setidaknya 1,8 meter. 

4. Tingkat risiko tertinggi meliputi makan di tempat dengan tempat duduk di dalam ruangan. Kapasitas tempat duduk tidak berkurang dan meja tidak berjarak. 





Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.