Mantan Orang Terberat Dunia 2017 Sembuh dari Covid-19

ilustrasi: Mantan orang terberat di dunia versi Guinness World Records 2017 Juan Pedro Franco sembuh dari infeksi virus corona. (Istockphoto/ Turk_stock_photographer)

Mantan orang terberat di dunia versi Guinness World Records 2017 Juan Pedro Franco sembuh dari infeksi virus corona. Dia percaya ini semua berkat program dietnya selama beberapa tahun, olahraga, dan operasi pengecil lambung yang membuatnya kehilangan ratusan kilogram bobot tubuhnya.

Juan Pedro Franco dulu memiliki berat 595 kilo. Namun kini Pria berusia 36 tahun itu sekarang memiliki berat sekitar 208 kilogram. Beberapa waktu lalu dia terinfeksi virus corona. Namun riwayat diabetesnya, tekanan darah tinggi dan penyakit paru obstruktif kronis membuat perjuangannya melawan virus itu sangat melelahkan.

"Ini penyakit yang sangat agresif. Saya mengalami sakit kepala, nyeri tubuh, sesak napas, demam. Saya adalah orang yang sangat berisiko tinggi," kata Franco kepada AFP dari rumahnya di negara bagian tengah Aguascalientes.

Tak dimungkiri, Meksiko, merupakan negara dengan angka kematian Covid-19 tertinggi keempat di dunia, memiliki tingkat obesitas tertinggi di planet ini di antara anak-anak dan tertinggi kedua di antara orang dewasa.

Seperempat dari lebih dari 74.000 orang Meksiko yang meninggal setelah tertular virus punya masalah obesitas.

Banyak dari mereka yang meninggal menderita setidaknya satu kondisi yang mendasari seperti hipertensi, diabetes dan obesitas, yang sering dikaitkan dengan pola makan yang buruk dan kurang olahraga.

University of North Carolina menemukan, orang dengan obesitas memiliki risiko 46 persen lebih tinggi terinfeksi virus SARS-CoV-2 dibandingkan mereka dengan berat badan normal. Orang dengan obesitas juga memiliki risiko 74 persen lebih tinggi mengalami komplikasi dan membutuhkan perawatan intensif.



Obesitas menjadi salah satu faktor risiko komplikasi akibat Covid-19 karena beberapa masalah kesehatan yang terkait dengannya seperti penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

"Prevalensi individu dengan obesitas pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit jauh lebih tinggi daripada pasien yang tidak dirawat di rumah sakit," tulis para peneliti dalam jurnal Obesity Reviews.

"Pasien diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung lebih rentan terhadap komplikasi serius" dari virus tersebut, kata Jose Antonio Castaneda, dokter yang memimpin tim yang menangani obesitas Franco.

"Peluang mereka untuk lolos sangat tipis," tambahnya.

Franco, yang kehilangan ibunya yang berusia 66 tahun karena Covid-19, percaya bahwa proses penurunan berat badannya - termasuk tiga operasi - membantunya bertahan hidup karena diabetes dan hipertensinya sekarang terkendali.

Sumber : cnnindoensia

No comments

Powered by Blogger.