Pemerintah Dorong Pemberdayaan Fungsi AITA, Posisikan Taiwan sebagai Pemimpin Industri Semikonduktor Global



Dengan dukungan dari Dewan IPTEK Yuan Eksekutif dan Departemen Teknologi Industri Kementerian Perekonomian (MOEA), pada tanggal 21 September 2020, “AI on Chip Taiwan Alliance” (AITA) mengadakan sebuah pertemuan besar, yang dihadiri oleh pelaku industri, pejabat pemerintah, akademisi, ilmuwan, serta perwakilan dari asosiasi terkait. Pertemuan tersebut diselenggarakan untuk membahas keterhubungan rantai pasokan semikonduktor Taiwan, serta ekspansi produk Artificial Intelligence (AI) Taiwan ke pasar global.        
 
Wakil Perdana Menteri Taiwan, Shen Jong-chin, menjelaskan wabah virus korona Wuhan (Covid-19) telah memberikan dampak negatif yang sangat serius pada perekonomian berbagai negara, dan industri semikonduktor Taiwan adalah sedikit dari sektor industri global yang masih dapat mempertahankan daya saingnya di tengah situasi seperti sekarang ini.
 
Para pelaku industri Taiwan dikenal oleh komunitas internasional sebagai mitra kerja dengan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, AITA diharapkan dapat menjadi platform untuk menyatukan keunggulan Taiwan, menetapkan standar perangkat keras dan perangkat lunak AI, melakukan pengembangan teknologi yang terhubung dengan rantai pasokan, demi mendorong industrialisasi AI, dan sektor industri yang semakin terintegrasi dengan AI.  
 
Menteri Perekonomian, Wang Mei-hua, menjelaskan pembentukan “Smart Nation” (negara pintar) adalah salah satu arah kebijakan penting pemerintah. Tahun lalu, MOEA mendirikan AITA untuk mendorong kerja keras dari para pelaku industri demi mewujudkan lingkungan industri chip AI yang berkualitas.
 
Sejak berdiri pada bulan Juli tahun 2019, lebih dari 100 perusahaan telah bergabung dalam keanggotaan AITA. Melalui kerja sama antar anggota, investasi dari perusahaan otomatisasi desain elektronik (EDA), serta industri perangkat keras dan perangkat lunak yang saling melengkapi, Taiwan telah berhasil mengembangkan produk teknologi yang inovatif.            
 
Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang juga merangkap sebagai ketua proyek percontohan “AI on Chip”, Wu Tsung-tsong, menjelaskan pemerintah tengah secara aktif mendorong pelaksanaan “Program Inovasi Industri 5+2”, AI (kecerdasan buatan), Internet of Things, dan sistem teknologi pintar, telah diaplikasikan dalam beberapa layanan penting bagi masyarakat, seperti kendaraan otomatis tanpa pengemudi, sistem rumah pintar, dan robot. Oleh karena itu, pengembangan chip AI memiliki pengaruh yang dapat menentukan kelanjutan dari perkembangan produk-produk tersebut.
 
Taiwan harus dapat memanfaatkan keunggulan di bidang semikonduktor, kemampuan penelitian dan pengembangan, serta pembinaan SDM, untuk menciptakan ekosistem chip AI Taiwan.      

CEO Industrial Technology Institute (ITRI), Lee Chih-kung, mengatakan wabah virus korona Wuhan telah mendorong terciptanya kebutuhan komunikasi jarak jauh, dan ekonomi virtual. Hal tersebut tidak hanya mendorong peningkatan nilai industri 5G, blockchain, dan keamanan informasi, tetapi juga bertambahnya nilai kegunaan dari AI dan teknologi cloud. Namun demikian, pemenuhan terhadap kebutuhan tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu perusahaan saja, sehingga kerja sama  antar perusahaan untuk berkreasi dan berprestasi bersama-sama adalah tren ekspansi yang harus dilakukan saat ini.
 
AITA telah mengumpulkan pelaku industri hulu hingga hilir, serta pelaku industri perangkat keras dan perangkat lunak, dan dengan standar yang sama, mereka saling terhubung untuk mempercepat waktu yang diperlukan untuk membuat desain dan melakukan pengujian terhadap chip AI.




Sumber : taiwantoday.tw

No comments

Powered by Blogger.