Pengemudi di balik kecelakaan bus yang mematikan di Taipei mengaku mengonsumsi narkoba

Pengemudi di belakang kemudi bus yang berbelok ke trotoar Taipei mengaku memakai amfetamin

Adegan kecelakaan di Distrik Neihu Taipei. (Foto Departemen Kepolisian Taipei)

TAIPEI - Pengemudi bus yang tiba-tiba menabrak trotoar Taipei, menewaskan seorang pengendara mobil dan melukai seorang petugas polisi, pada Selasa (22/9) mengaku baru saja mengonsumsi narkoba.

Pukul 8 malam. pada hari Senin, polisi dan petugas pemadam kebakaran menerima laporan bahwa Sanchung Bus Blue 26 telah berbelok ke trotoar di Seksi 1 Jalan Neihu di Distrik Neihu Taipei. Itu menghancurkan 24 skuter yang diparkir, bertabrakan dengan seorang pria berusia 54 tahun yang mengendarai skuter, bermarga Hsu (許), dan menabrak seorang petugas polisi.

Hsu mengalami luka parah dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Petugas polisi berusia 38 tahun bermarga Cheng (鄭), yang bekerja di Kantor Polisi Xihu, menderita luka di leher, punggung, tangan, dan pinggangnya.

Saksi mata mengatakan bahwa sebelum kecelakaan itu, pengemudi berusia 47 tahun yang juga bermarga Hsu (許) itu tampaknya tertidur karena bus berbelok dari satu sisi ke sisi lain. Memang, rekaman video dari dalam bus menunjukkan pengemudi itu tertidur sesaat sebelum kecelakaan itu terjadi.

Dalam interogasi dengan polisi pada hari Senin, pengemudi bus membantah bahwa dia mengantuk dan mengklaim bahwa rem kendaraannya rusak. Setelah menyelesaikan pemeriksaan Hsu, polisi memindahkannya ke Kantor Kejaksaan Distrik Taipei.

Namun, Hsu kemudian mengakui bahwa dia telah mengonsumsi amfetamin di rumahnya di Kota Keelung Jumat lalu (18 September), tetapi membantah bahwa dia telah menggunakan narkoba sebelum mengemudikan bus, lapor UDN. Jaksa kemudian mengumpulkan sampel urin dari pengemudi untuk menentukan apakah dia masih memiliki narkotika di sistemnya saat dia mengemudi.


Hasil tes urine akan dirilis dalam waktu sekitar satu minggu. Jaksa juga menemukan bahwa Hsu tiga tahun lalu telah mengaku kepada polisi bahwa dia memiliki amfetamin.

Jaksa menetapkan jaminan untuk pembebasannya sebesar NT $ 50.000 (US $ 1.700) dan sedang menyelidikinya karena melakukan pembunuhan karena kelalaian (過失 致死 罪). Jika ditemukan memiliki narkotika dalam sistemnya saat mengemudi, dia juga akan diperiksa karena melakukan Pelanggaran Terhadap Keselamatan Publik (公共 危險 罪).


Sumber : taiwan news

No comments

Powered by Blogger.