Pengkritik Xi Jinping Dibui 18 Tahun, WNI Dimutilasi Kekasih di Malaysia



Seorang mantan pejabat China yang sebelumnya menjabat direktur perusahaan real estate milik negara dan terang-terangan mengkritik Presiden Xi Jinping terkait cara penanganan pandemi virus Corona (COVID-19), divonis 18 tahun penjara. Mantan pejabat ini dinyatakan bersalah atas sejumlah dakwaan korupsi.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (22/9/2020), Ren Zhiqiang (69) yang mencuat karena membahas soal sensor dan topik sensitif lainnya, menghilang dari publik sejak Maret lalu setelah mempublikasikan esai online yang menuduh Presiden Xi salah menangani pandemi Corona.

Xi yang memimpin Partai Komunis China sejak tahun 2012, telah menekan kritikan, memperketat sensor dan menindak organisasi tidak resmi. Puluhan wartawan, aktivis buruh dan aktivis HAM dan yang lain dijebloskan ke penjara.




Sumber : detik.com

No comments

Powered by Blogger.