Sakit Leher Terus Menerus? Hati-Hati Kena Kanker




    Duduk terlalu lama dan fokus bekerja di depan komputer mungkin bisa membuat leher bagian belakang pegal. Sakit leher ini tentu saja mengganggu, apalagi jika kita masih harus menjalan rutinitas.




Memang, pada akhirnya sakit leher biasanya akan hilang sendirinya. Tapi di beberapa kesempatan, sakit pada leher tidak hilang secepat yang kita inginkan.

Lantas, apa sih penyebab leher bisa sakit? Leher kita terdiri dari jaringan lunak termasuk otot, pembuluh darah, dan saraf. Pada saat sakit leher biasanya leher akan terasa tegang, sakit saat disentuh, tidak dapat menengok. Rasa sakit juga dapat menyebar ke bahu, lengan, atau menyebabkan kepala pusing.

Nyeri leher umumnya terjadi karena strain otot atau jaringan lunak lainnya seperti ligamen dan tendon terkilir, tidur dalam posisi yang salah, sering membawa ransel yang berat. Bahkan, ada yang mengaitkan sakit leher dengan terkena penyakit kanker.

Melansir dari Boldsky, penyebab utama sakit leher adalah karena otot-otot di leher cenderung tegang, nyeri ini dapat menimbulkan postur leher yang abnormal, seringnya Anda meretakkan leher sampai berbunyi “kreek” bisa menjadi penyebab Anda sakit leher yang disebut tortikolis.

Hanya, dalam beberapa kasus penyebab sakit leher terjadi karena penyakit serius, seperti kanker dan meningitis. Rasa sakit itu, akan terjadi cukup lamga hingga hitungan minggu. Lalu, apa bedanya sakit leher biasa dengan mereka yang terkena penyakit kanker.

1. Memiliki benjolan di leher, tidak sakit dan tidak hilang dalam rentang waktu 3-6 minggu.

2. Sering mengalami rasa sakit dan mati rasa di daerah kepala dan leher.

3. Kadang mengalami kesulitan mengunyah dan menelan.

4. Mulut berbau tidak sedap dan kadang berbau busuk.

5. Suara tiba-tiba mengalami perubahan.

6. Hidung mampet secara terus menerus.

Jika Anda merasakan beberapa gejala tersebut, ada baiknya Anda segera ke dokter.

Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.