Seorang Suami Paksa Istrinya Penggal Kepala Pria Selingkuhannya


Seorang pria di Amerika Serikat (AS) ditangkap polisi dan dijebloskan ke penjara atas tuduhan memaksa istrinya untuk memenggal kepala kekasih gelapnya. Suami perempuan tersebut marah setelah mengetahui perselingkuhan tersebut.

Armando Barron dan Britany Barron, pasangan suami istri dari negara bagian New Hampshire, AS, telah ditangkap dan didakwa sehubungan dengan pembunuhan Jonathan Amerault pada 19 September 2020.

Menurut pernyataan polisi yang dikutip surat kabar The Keene Sentinel, Britany telah berselingkuh dengan Jonathan. Armando mengetahui hubungan rahasia tersebut melalui ponsel Britany.

Setelah menemukan bukti perselingkuhan, Armando menggunakan ponsel Britany untuk memikat Jonathan ke sebuah taman.

Britany mengklaim diserang Armando, baik sebelum berangkat ke taman dan selama perjalanan. Sang suami melukainya di hidung dan mata serta mencoba mencekiknya di depan putri mereka yang berusia sembilan tahun.

Begitu sampai di taman, Armando mencoba memaksa Britany menembak Jonathan, tapi dia menolak.

"Britany Barron tidak akan mau meletakkan jarinya di pelatuk," bunyi pernyataan polisi. "Ketika dia tidak menembaknya, Armando melepaskan pistol dari tangannya.”

Armando kemudian memerintahkan Jonathan masuk ke mobilnya dan menyuruh Britany untuk memenggalnya. Britany menjelaskan kepada polisi bahwa Armando menembak Jonathan tiga kali hingga tewas.

Setelah tewas, Armando memerintahkan istrinya untuk memenggal korban. Armando juga memerintahkan istrinya untuk mengendarai mobil korban dengan jasad di dalamnya ke tempat perkemahan sementara dia mengikuti dengan mobil lain.

Suatu ketika di tempat perkemahan Armando memerintahkan Britany untuk menyingkirkan kepala Jonathan sehingga dia tidak dapat diidentifikasi.

Setelah memisahkan kepala korban, Armando memerintahkan Britany untuk menguburkan tubuh korban secara terpisah di hutan.

Saat itu Armando telah menerima kabar bahwa polisi sedang mencari Britany, jadi dia memerintahkannya untuk tinggal di hutan tempat jasad Jonathan dimakamkan dan mengatakan mereka akan pergi ke negara bagian lain untuk memulai hidup baru.

Dua hari kemudian petugas konservasi menemukan Britany di hutan, melihat apa yang tampak seperti benda di bawah terpal besar.

Setelah menyadari itu adalah mayat, Britany dibawa ke tahanan polisi. Armando kemudian ditangkap saat mencoba melarikan diri dengan mobil bersama putri mereka.

Armando didakwa menyerang Britany dan pembunuhan terhadap Jonathan.

Britany juga menghadapi tiga tuduhan memalsukan bukti, di mana pihak berwenang menuduh dia mencoba membersihkan mobil Jonathan serta memutilasi dan menyembunyikan tubuhnya.

Keduanya mengaku tidak bersalah. Pengacara Britany mengatakan kliennya hanya mengambil bagian dalam pembunuhan itu karena dia yakin hidupnya sendiri dalam bahaya besar.

Foto polisi menunjukkan Britany mengalami luka parah di wajahnya pada saat penangkapannya.

"Ini benar-benar dimulai dengan dia dipukuli dengan kejam," kata pengacara bernama Richard Guerriero.

“Jika Anda melihat wajahnya sekarang, dia masih memiliki memar di wajahnya dan di sekitar matanya dan itu dijelaskan dalam pernyataan tertulis. Armando memukulinya dengan kejam dan mengancamnya. Dia memasukkan pistol ke dalam mulutnya, ancaman yang jelas untuk membunuhnya," paparnya yang dilansir news.com.au, Rabu (30/9/2020).

Namun, jaksa penuntut berpendapat bahwa ada beberapa kali Britany bisa mendapatkan bantuan selama diserang suaminya dan dia mengakui telah memotong pergelangan tangan Jonathan.





Sumber : sindonews.com

No comments

Powered by Blogger.