Shandy Aulia Ungkap Kehidupan Kakak-Adik Beda Agama

Shandy Aulia berbagi cerita bagaimana dirinya hidup rukun dan damai bersama ketiga kakaknya yang beda agama. Shandy sejak kecil mengikuti ibunya, Elsye Dopong sekaligus memeluk agama Kristen.

Sementara ketiga kakak perempuannya, mengikuti ayahnya, Kemas Yusuf Effendi memeluk agama Islam. Shandy pun menjelaskan bagaimana dia hidup dalam kerukunan meski ayah dan ibunya sudah lama bercerai.

Dalam konten channel YouTube Shandy Aulia, berjudul “Perbedaan Iman di Antara Kakak & Adik?!” yang belum lama ini diunggah, dia mengunjungi kakaknya bernama Dian.

"Sebenernya enggak gimana-gimana banget, biasa aja sih. Karena yang namanya hubungan darah mau sampai kapan nggak akan terputus walaupun mama kita beda agama, adik kita beda agama, tapi kita kan satu darah, sekandung, seibu, sebapak," kata Dian yang mengenakan hijab itu.


Dian mengatakan bahwa mereka berempat saling menghormati dan menghargai. Mereka saling menjaga silaturahmi.

"Jadi ya itu pilihan keyakinan masing-masing aja. Ya udah kita menghargai, kita menghormati, kita enggak bisa paksa," tutur dia melanjutkan.

Setiap urusan aqidah, tentu mereka harus saling menjaga satu sama lain. Ada beberapa hal yang mana keduanya tidak saling hadir ketika urusan aqidah.

"Untuk poin-poin tertentu yang berhubungan dengan aqidah, mungkin kita harus strict. Ya memang itu adalah yang diajarkan agama. Karena biar gimana semua agama juga mengatur untuk hidup berdampingan secara baik tidak hanya dengan yang seagama, tapi siapapun. Contohnya gini lah, setiap lu ada acara, lu kan menghargai kalau kita tidak bisa mengikuti kegiatan ibadah," ungkap Dian.

Belum lama ini, Shandy membaptis putrinya, Claire Herbowo di gereja. Oleh sebab itu dia tidak mengundang kakak-kakaknya.

"Contoh kayak kemarin aku baptis, ada beberapa yang tanya, kok kakak-kakak aku nggak ada. Sebenernya bukan tidak ada atau tidak diundang, cuma menurut aku itu acara gereja, acara kerohanian. Jadi kalaupun aku ngundang kakak aku enggak masuk gitu loh, maksudnya pemahamannya juga berbeda, jadi menurut aku ya memang enggak perlu," ujar bintang film Eiffel Im In Love tersebut.

"Jadi secara pribadi kita udah tahu mana yang bisa kita jalani bersama-sama, mana yang tidak," tutup wanita berdarah Palembang-Manado itu.


Sumber : viva

No comments

Powered by Blogger.