Sudah Pulangkan Dua TKI Tidak Resmi Selama 2020

 


    Belum semua tenaga kerja di Indonesia (TKI) asal Kota Pasuruan yang bekerja di luar negeri memilih jalur resmi. Buktinya, sepanjang tahun ini, ada dua warga Kota Pasuruan yang bekerja sebagai TKI mengalami deportasi dari negara tempat mereka bekerja. Pasalnya, mereka diketahui berstatus ilegal atau tidak resmi dan tidak memiliki izin kerja di negara tersebut.




Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pasuruan, Mahbub Effendi mengungkapkan selama delapan bulan mulai Januari hingga Agustus, pihaknya menerima laporan ada dua TKI asal Kota Pasuruan di luar negeri yang dideportasi. Sebab mereka bekerja tanpa memiliki surat izin. Mereka terjaring oleh pemerintah setempat sehingga dipulangkan.

“Dua TKI ini bekerja di negara Malaysia. Keduanya mengaku baru bekerja selama empat bulan di sebuah rumah makan di sana. Dan mereka memang tidak memiliki izin kerja dari pemerintah setempat,” ungkapnya.

Mahbub menjelaskan keduanya dipulangkan pada akhir April lalu. Saat ini keduanya sudah berada di rumahnya, usai sempat menjalani isolasi mandiri selama 14 hari sebagai antisipasi penyebaran Covid 19. Karena mereka memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri. Sementara untuk TKI resmi, Disnaker memastikan belum ada yang pulang.

Menurutnya, kepada Disnaker, kedua nya yang berjenis kelamin pria dan wanita ini mengaku memilih bekerja di luar negeri karena ingin memperbaiki ekonomi. Di negara tujuan, mereka memilih untuk bekerja sebagai tenaga informal di Malaysia dengan jalur ilegal karena tidak memiliki keahlian. Disnaker sendiri berkomitmen untuk membantu keduanya agar mereka bisa bekerja dengan layak.

“Mereka akan kami berikan pelatihan untuk meningkatkan skill. Pelatihan yang diberikan nantinya semoga bisa diaplikasikan untuk dalam dunia kerja. Sehingga perekonomian mereka pun bisa terangkat,”terang Mahbub.

Sumber :radarbromo

No comments

Powered by Blogger.