Taiwan Tahan 5 Orang yang Kabur dari Hong Kong dengan Kapal



Otoritas Taiwan dilaporkan tengah menahan lima orang yang kabur dari Hongkong dengan kapal. Mereka dicegat di perairan Laut China Selatan oleh patroli pantai Taiwan dan ditahan sejak bulan lalu.

Seperti dilansir Reuters, Senin (14/9/2020), otoritas Taiwan diketahui membuka pintu bagi warga Hong Kong yang dilanda unjuk rasa antipemerintah dan kini berada di bawah Undang-undang (UU) keamanan nasional Hong Kong yang kontroversial.

Namun ditegaskan Taiwan bahwa siapa saja yang masuk wilayahnya harus melakukannya secara legal, meskipun sebagian besar perbatasan Taiwan kini ditutup untuk pencegahan pandemi virus corona (COVID-19).

Lima sumber yang memahami situasi ini menuturkan kepada Reuters bahwa sedikitnya lima warga Hong Kong kini ditahan oleh patroli pantai Taiwan. Kelimanya dicegat saat meninggalkan Hong Kong dengan kapal dan mencapai Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan, di ujung utara Laut China Selatan.

Seorang sumber keamanan Taiwan menuturkan bahwa lima orang yang ditahan kini berada di fasilitas milik patroli pantai Taiwan di kota pelabuhan Kaohsiung.

Kantor berita Taiwan Central News Agency, yang mengutip sumber melaporkan pada Minggu (13/9) malam, bahwa kelima warga Hong Kong itu 'memiliki hak-hak dasar termasuk akses ke pengacara'. Pemerintah Taiwan menolak mengomentari kasus ini.

Saat ditanya soal penangkapan itu, Perdana Menteri Taiwan, Su Tseng-chang, menyatakan pemerintah sangat peduli pada warga Hong Kong. "Sebagai bantuan untuk warga Hong Kong, kasus-kasus individual tidak bisa kami ungkapkan," ucapnya.

Namun surat kabar China, Global Times, menyebut penahanan itu menunjukkan janji pemerintah Taiwan untuk membantu Hong Kong adalah janji 'palsu'.






Sumber : detik.com

No comments

Powered by Blogger.