Usia di Atas 45 Tahun Diimbau Tak Keluar Rumah, Ini Alasannya


Belum lama ini Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengimbau warga berusia di atas 45 tahun untuk tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Imbauan itu sejalan dengan data pasien Covid-19 yang meninggal.

Ya, menurut data yang dibeberkan Satgas Covid-19, hampir 80 persen pasien Covid-19 berusia di atas 45 tahun meninggal dunia. Bahkan, pada Mei 2020, angka persentasenya mencapai 85 persen, didominasi kasus meninggal dunia pada usia 60 tahun ke atas.

Karena hal tersebut, Wiku berharap agar meminimalisir kelompok usia 45 tahun ke atas untuk melakukan mobilisasi atau keluar rumah. Ia berharap, kelompok usia tersebut keluar rumah hanya untuk kondisi tertentu.

Tidak hanya itu, Wiku pun berpesan agar usia 45 tahun ke atas sebisa mungkin menghindari penggunaan transportasi umum guna mencegah penularan virus yang masih terus terjadi di tengah masyarakat.

Sementara itu, dilansir Business Insider, memasuki usia 40 tahuh, Anda seperti membuka gerbang kenyataan kondisi tubuh Anda. Jadi, jangan heran kalau di usia tersebut, banyak yang mengeluhkan masalah nyeri persendian, diabetes tipe 2, maupun stroke atau kanker. Namun, yang cukup menjadi perhatian banyak tenaga medis adalah masalah persendian yang sepertinya hampir dialami banyak dari mereka yang berusia 40-an.


Nah, memasuki usia 50 tahun, kondisi kesehatan yang tidak cukup diperhatikan di usia sebelumnya akan menjadi lebih parah. Di kelompok ini, banyak yang kemudian diabetesnya semakin parah, 80 persen dari kelompok ini mulai kesulitan melihat dengan jelas. Selain itu, isu kanker payudara dan kanker usus pun mulai banyak dijumpai di usia 50an.

Memasuki usia 60 tahun, kondisi kesehatan yang banyak terlihat adalah masalah jantung. Tidak hanya itu, masalah pada paru-paru pun cukup banyak dijumpai, khususnya pada merka yang dulunya setiap hari merokok.

Beda lagi dengan usia 70, di sini kebanyakan mengalami masalah kelumpuhan atau sulitnya bergerak. Makanya, alat bantu jalan atau bahkan hidup di atas kursi roda sudah dijalani.

Di sisi lain, jika kita tarik mundur di usia 40 tahun awal, beberapa dokter di dunia coba menjelaskan penyakit apa saja yang mungkin menyerang kelompok usia di atas 45 tahun. Hal ini menjadi dasar juga kenapa kelompok tersebut rentan terinfeksi Covid-19. Berikut ulasannya:


3. Hipertensi

Penyakit yang satu ini mulai banyak dialami mereka yang memasuki usia 40 tahun. Mengelola kondisi ini menjadi penting, karena kalau diabaikan akan menjadi bumerang untuk kesehatan Anda.

Ya, ketika hipertensi tidak dikontrol dengan baik, maka faktor risiko serangan jantung dan stroke akan sangat terbuka lebar. "Pengelolaan stres menjadi salah satu kunci yang harus dilakukan untuk menjaga tekanan darah," kata Sanjiv Patel, MD, ahli jantung di MemorialCare Heart and Vascular Institute di Orange Coast Medical Center di Fountain Valley, California.



4. Depresi atau kecemasan

Kelompok usia di atas 45 tahun pun dikatakan banyak mengalami kondisi mental yang terganggu. Ini padahal cukup penting untuk mempertahankan imunitas tubuh melawan Covid-19.

Tapi, dikatakan Anthony P. DeMaria, PhD, Psikolog Klinis dan Psikoterapis dan Direktur Asosiasi Psikiatri Rawat Jalan Dewasa di RS Mount Sinai St. Luke dan Mount Sinai West di New York, orang mengalami gangguan mental pertama kali jauh sebelum mereka memasuki usia 40 tahun.

Nah, memasuki masa dewasa membuat sebagian orang mengalami ketakutan atau kecemasan yang membuat mereka rentan depresi. Urusan finansial misalnya, atau juga urusan menjadi orangtua yang hebat untuk anaknya. "Faktor-faktor tersebut membuat seseorang rentan mengalami masalah psikologis," terangnya.



Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.