Video Harimau di Maharani Zoo Lamongan Terlihat Kurus Viral di Medsos, Ini Kata Pengelola




       Video seekor harimau di Kebun Binatang Maharani atau Maharani Zoo Lamongan (Mazoola), Jawa Timur (Jatim) mendadak viral di media sosial lantaran terlihat kurus dan tidak terawat. Pengelola kebun binatang mengatakan, kondisi tersebut dikarenakan harimau telah berusia tua yakni 14 tahun sehingga terlihat kurus jika dilihat dari atas.




Koordinator Marketing Maharani Zoo dan Goa Lamongan, Juli Tri Wahyuningtyas mengatakan harimau sumatera yang diberi nama Baksi ini berjenis kelamin jantan. Dengan usia lebih dari 14 tahun, wajar jika harimau tersebut nampak kerempeng.

"Ini harimau sumatera dengan usia diperkirakan 14 tahun 3 bulan. Sebelumnya dari Kebun Binatang Surabaya (KBS). Sebelumnya lagi menghuni Ragunan," katanya.

Juli menyebut, usia harimau jika berada di alam liar biasanya 15 tahun. Sementara bila berada di penangkaran bisa mencapai 20 tahun.

Kenapa harimau itu bisa kurus? Juli menyebut karena memang dengan kondisi harimau sudah tua, maka wajar jika metabolisme tubuhnya semacam itu.

"Usia sudah tua maka wajar jika kondisi metabolisme tubuhnya seperti itu sehingga tidak bisa gemuk," ujarnya.

Terkait pola makan, Juli menyebut kalau masih sama seperti harimau lain yang menjadi koleksi Mazoola, Per hari harimau di sana mengonsumsi daging sebanyak 1 kali.

"Unggas hidup ini untuk mengasah naluri harimau itu sendiri," katanya.

Sementara itu Kabid BKSDA Wilayah II Gresik, Wiwied Widodo datang langsung ke Maharani Zoo dan Goa Lamongan untuk mengecek kebenaran berita yang tersebar di medsos. BKSDA pun tidak datang sendiri tapi membawa tim untuk memeriksa secara keseluruhan.

"Ini teman-teman dari BKSDA dibantu tim Wild Rescue Unit (WRU) kemudian ada dokter hewan juga," kata Widodo.

Dia menyebut, harimau sumatera yang viral tersebut terbilang sangat produktif. Pasalnya, Baksi punya pasangan dan mampu memberikan keturunan tiga ekor harimau.

Nama anak-anak Baksi diberikan oleh Menteri Lingkunagn Hidup yaitu Rengganis, Raung dan Rani. Dari pemeriksaan morfologi, nutrisi, pakan dan rekam medis, dapat diambil kesimpulan sementara bahwa harimau Baksi ini usianya sudah tua.

"Yang kedua kita sudah cek pola pemberian nutrisi dan juga rekam medis kesehatan. Ternyata track record dari rekam medisnya cukup sehat, pakannya juga diberikan dengan normal," kata Widodo.

Kini, pihaknya juga akan melakukan penimbangan terhadap harimau ini untuk mengetahui lebih jauh morfologi hewan tersebut. Selain itu juga akan melakukan body scoring yang dilakukan untuk mengetahui perubahan seiring dengan usia.

"Kalau dari segi morfologi jelas pegunggah video sudah salah. Kecuali mengambilnya dari atas pasti kelihatan kurus," katanya.

BKSDA menyarankan kepada pengelola untuk menyediakan ruang khusus dan penanganan ekstra mengingat usia Baksi yang sudah tua. Hal ini berujuan agar Baksi dapat perhatian lebih di masa tuanya.

Sumber :inews

No comments

Powered by Blogger.