Warga di 9 Provinsi Ini Masih Rendah Kesadaran Buat Akta Kelahiran

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut capaian kepemilikan akta kelahiran telah melebihi dari target yang ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2015–2019. Namun masih ada sebagian yang rendah.

Direktur Catatan Sipil Ditjen Dukcapil Kemendagri, Christina Lilik Sudarijati menyampaikan sampai dengan 30 Agustus 2020, progres akta lahir nasional sudah mencapai 92,85 persen.

“Artinya, dari 79.964.264 jumlah anak Indonesia rentang usia 0-18 tahun, sebanyak 74.244.858 jiwa sudah memiliki akta kelahiran,” katanya dikutip dari siaran pers Dukcapil Kemendagri, Kamis (24/9/2020).

Christina menyebutkan dari 34 provinsi, hanya tinggal 9 provinsi saja yang masih berwarna merah atau belum memenuhi target cakupan akta kelahiran

“Ini masih di bawah 92 persen. Sembilan provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Maluku, Muluku Utara serta Papua dan Papua Barat," katanya.

Dia mengingatkan agar jajarannya memberikan perhatian terhadap 9 provinsi yang cakupannya masih rendah. Dia meminta agar sembilan daerah tersebut disurati untuk mengingatkan kembali beberapa hal yang harus dilakukan agar target cakupan akta kelahiran dapat terpenuhi.

"Yang paling rendah cakupan akta kelahirannya adalah Provinsi Papua 46,99 persen," katanya.

Chriatina meminta kepala daerah aktif berperan untuk mendorong warganya melakukan pencatatan di Dukcapil.

"Langkah pro aktif yang dimaksud antara lain dengan mendorong para bupati dan walikota melakukan pemberian akta kelahiran secara massal melalui jenjang-jenjang sekolah PAUD, TK, SD, SMP. Sekaligus di sana memberikan Kartu Identitas Anak (KIA)," ucapnya.






Sumber : inews.id

No comments

Powered by Blogger.