AS mengatakan pengeluaran anggaran pertahanan Taiwan 'tidak cukup' untuk melawan ancaman China

Pejabat Pentagon yakin PLA bisa dikalahkan, tetapi investasi cerdas diperlukan untuk Taiwan

Taiwan telah meningkatkan anggaran militer dalam menghadapi tekanan China. (Foto CNA)

TAIPEI - David Helvey, penjabat asisten menteri pertahanan AS untuk urusan keamanan Indo-Pasifik, mengatakan Selasa (6 Oktober) bahwa peningkatan anggaran militer Taiwan baru-baru ini "tidak mencukupi" untuk memastikan pertahanan yang efektif melawan Tentara Pembebasan Rakyat China. (PLA).

Mengingat meningkatnya ancaman dari China, pemerintah Taiwan telah meningkatkan anggaran pertahanannya untuk tahun fiskal 2021 menjadi NT $ 453,4 miliar (US $ 15,2 miliar), meningkat lebih dari 10 persen dari tahun ini. Ini adalah anggaran belanja militer terbesar yang pernah diusulkan negara.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen (蔡英文) telah menekankan pentingnya peningkatan pengeluaran militer serta kerja sama keamanan yang lebih erat dengan AS dan negara-negara demokrasi lainnya untuk melawan serangan militer PLA di Selat Taiwan. Dia mengatakan Taiwan berada di garis depan demokrasi dan kebebasan setelah Beijing memperkenalkan undang-undang keamanan nasional untuk membatasi otonomi Hong Kong.

Selama konferensi industri pertahanan online yang diselenggarakan oleh Dewan Bisnis AS-Taiwan, Helvey mencatat bahwa peningkatan anggaran militer Taiwan adalah "langkah ke arah yang benar," tetapi masih belum cukup untuk memastikan "pertahanan yang tangguh" melawan PLA. Dia mengatakan Taiwan harus terus meningkatkan pertahanan nasionalnya melalui pembangunan dalam negeri dan pembelian asing sambil menghindari pengeluaran berlebihan di daerah dengan pengembalian terbatas.


Helvey menekankan bahwa meskipun PLA memiliki kemampuan tempur yang kuat, ia tidak terkalahkan. Dia yakin investasi cerdas diperlukan bagi Taiwan untuk mengirimkan sinyal yang jelas ke Beijing tentang tekadnya untuk mempertahankan kedaulatannya.

Helvey juga mengatakan AS mendorong Taiwan untuk berinvestasi dalam "sejumlah besar kemampuan kecil" yang akan memperingatkan Beijing bahwa invasi akan menimbulkan biaya yang signifikan. Dia menambahkan bahwa Taiwan harus meningkatkan pasukan cadangannya, yang dapat memberikan dukungan penting bagi pertahanan negara, lapor Reuters.

Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Urusan Keamanan Indo-Pasifik, David Helvey. (Foto AP)

(Jz)

Sumber : Taiwan news

No comments

Powered by Blogger.