Covid-19, Puluhan Ribu TKI Asal Jateng Tak Bisa Pulang




       Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Jawa Tengah menyebutkan puluhan ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jateng di sejumlah negera tidak bisa pulang selama pandemi Covid-19.




Kepala BP2MI Jawa Tengah (Jateng) A.B Rachman TKI Jateng mengatakan, TKI asal Jateng kebanyakan bekerja di Malaysia, Singapura, Korea, Jepang, dan Hongkong.

“Ada puluhan ribu TKI asal Jateng tidak bisa pulang ke Indonesia. Kendalanya antara lain, tak ada tiket pesawat seperti di Korea karena tidak ada pesawat,” katanya di sela-sela Prime Topic Trijaya FM bertajuk “Menakar Peluang Bekerja di Manca Negara”, di Noormans Hotel, Semarang, Jumat (23/10).

Bagi tenaga kerja yang surat izin kerja sudah habis, lanjut Rachman, BP2PMI memohonkan perpanjangan visa tinggal di negara bersangkutan.

“Perpanjangan menggunakan visa lain, karena kalau menggunakan visa yang menjadi satu dengan izin kerja bisa lima tahun tidak dikehendaki negara bersangkutan,” ujarnya.

Lebih lanjut Rachman mengatakan, sejak pandemi Covid-19 pada Maret 2020 TKI asal Jateng juga belum bisa diberangkatkan bekerja ke luar negeri, karena negera seperti Jepang dan Korea khawatir dengan Indonesia yang dipandang belum bisa mengendalikan Covid-19.

Solusinya, lanjutnya, adalah melakukan pendekatan dengan negara-negara yang bisa ajak kerja sama untuk meyakinkan bahwa mampu mengendalikan Covid-19. “Pekerjaan kami sekarang meyakinkan kepada negara yang akan menjadi tempat penempatan tenaga kalau serius menangani Covid-19. Ini penting,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Sakira Rosellasari dalam kesempatan sama mengatakan, jumlah TKI asal Jateng yang bekerja di luar negeri tercatat pada Juli 2020 sebanyak 65.000 orang.

Tenaga kerja asal Jateng paling banyak bekerja di Taiwan mencapai 20.000 orang dan Hongkong mencapai 11.000 orang, sedang lainnya bekerja di Singapura, Malaysia, Eropa, dan Emirat Arab.

“Akibat pandemi Covis-19, tercatat sebanyak 1.900 orang TKI asal Jateng telah pulang. Mereka kebanyakan bekerja di kapal pesiar dengan gaji tinggi,” ujar Sakira.

Sumber :gatra

No comments

Powered by Blogger.