India Berkilah dan Bilang Mampu Kalahkan China di Perbatasan


Dua negara terpadat di dunia India dan Tiongkok masih terus terlibat dalam sengketa perbatasan selama berbulan-bulan.

Sengketa kedua negara pertama kali terjadi pada bulan Juli 2020 di perbatasan Galwan yang menyebabkan 20 tentara India tewas, tapi jumlah kematian di pihak Tiongkok tidak diketahui.


Sejak saat itu, ketegangan terus meningkat, keduanya kemudian mengerahkan pasukan militer di wilayah pegunungan terpencil di Himalaya.

Baru-baru ini Panglima Angkatan Udara India RKS Bhadauria mengambil sikap menantang Tiongkok saat berbicara kepada media menjelang Hari Angkatan Udara ke-88 negara itu pada 8 Oktober 2020 mendatang.

“Kami dengan tegas siap untuk menangani segala kemungkinan. Kami melakukan latihan bilateral dan multilateral dengan angkatan udara terkemuka dunia dan izinkan saya berbagi dengan Anda dengan keyakinan bahwa secara operasional kami adalah yang terbaik,” katanya, dikutip dari Express.

"Dalam situasi konflik apa pun Tiongkok tak bisa mengalahkan India," tambahnya

Bhadauria membantah bahwa Angkatan Udara India (IAF) hampir melakukan serangan udara terhadap Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok setelah pembunuhan 20 tentara India di lembah Galwan pada bulan Juni lalu. Namun dia mengakui tentara IAF siap menyerang jika diperintahkan.

Dia juga mengatakan kemampuan yang disediakan oleh sebuah lapangan terbang di Daulat Beg Oldi menjadi ancaman besar bagi Tiongkok.

"Kemampuan serangan ofensif kami telah diasah dengan peningkatan dan induksi baru senjata dan platform," kata Bhaduri.

Dia menunjukkan pengangkut udara taktis IAF yang memungkinkan tentaranya lebih cepat memblokir pasukan Tiongkok agar tidak masuk tanpa izin dalam melintasi Garis Kontrol Aktual (LAC) di Ladakh.

Bhaduri menegaskan kemampuan Angkatan Udara India juga menjadi fokus saat kami dalam mendukung Angkatan Darat untuk memobilisasi pasukan dan peralatan dengan cepat ke wilayah perbatasan.



Sumber : wartaekonomi.co.id

No comments

Powered by Blogger.