Jebakan Tikus Beraliran Listrik Telan 24 Korban Jiwa di Ngawi




      Polres Ngawi menegaskan larangan pemakaian jebakan tikus beraliran listrik untuk membasmi hama tikus. Hal ini mengingat terdapat 24 kasus kematian manusia akibat tersengat aliran listrik dari jebakan tikus yang dipasang di area persawahan.




Kepala Satuan Reskrim Polres Ngawi AKP I Gusti Agung Ananta Pratama menuturkan, kasus kematian akibat tersengat aliran listrik dari jebakan tikus tersebut tercatat selama kurun waktu 2019-September 2020. Oleh karena itu, penggunaan jebakan tikus beraliran listrik untuk membasmi hama tikus sangat dilarang di Ngawi.

"Sekali lagi kami tegaskan, pemasangan jebakan tikus dengan aliran listrik dilarang karena membahayakan nyawa manusia," tutur dia, seperti dikutip dari Antara, Kamis, (1/10/2020).

Ada Empat Kasus
Ia menyatakan, dari empat kasus yang naik ke pengadilan sudah ada yang divonis. Sisanya yang terjadi bulan ini masih proses tahap II dan I.

"Ancamannya sudah jelas, hukuman penjara di atas lima tahun sesuai dengan pasal 359 KUHP," kata Pratama. Meski ancamannya sudah jelas, dia tidak memungkiri masih ada banyak petani di Ngawi yang nekat memasang jebakan tikus beraliran listrik.

Untuk itu, ia telah memberi imbauan melalui Bhabinkamtibmas maupun perangkat desa bahwa penggunaan alat jabakan tikus listrik itu dilarang.

Pihaknya juga menggandeng pemerintah Kabupaten Ngawi untuk memberikan sosialisasi larangan penggunaan alat tersebut, terutama dari Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi.


Sumber :Liputan6

No comments

Powered by Blogger.