Kasus di Indonesia tembus 300.000, kenali 15 gejala virus corona mengacu WHO


Kasus virus corona baru di Indonesia menembus angka 300.000 pada Ahad (4/10). Masyarakat harus makin waspada, termasuk dengan mengenali gejala virus corona.

Mengacu data Satgas Covid-19, jumlah kasus baru virus corona mencapai 3.992. Infeksi baru ini membawa total kasus di negara kita menembus angka 300.000, tepatnya 303.498. 

Jelas, masyarakat harus semakin waspada dengan peningkatan kasus tersebut, termasuk dengan mengenali gejala virus corona. Melansir situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berikut gejala virus corona baru:

Gejala virus corona yang paling umum
  • demam
  • batuk kering
  • rasa lelah

Gejala lain yang lebih jarang dan mungkin dialami beberapa pasien
  • rasa nyeri dan sakit
  • hidung tersumbat
  • sakit kepala
  • konjungtivitis
  • sakit tenggorokan
  • diare
  • kehilangan indera rasa atau penciuman
  • ruam pada kulit 
  • perubahan warna jari tangan atau kaki. 
Gejala serius virus corona
  • kesulitan bernapas/sesak napas
  • nyeri/tekanan dada
  • kehilangan kemampuan berbicara atau bergerak
"Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Beberapa orang menjadi terinfeksi tetapi hanya memiliki gejala ringan," sebut WHO.

Pada umumnya, gejala mulai muncul sekitar lima hingga enam hari setelah terjadi pajanan. "Tetapi, waktu kemunculan gejala ini dapat berkisar 1 hingga 14 hari," ungkap WHO.

Menurut WHO, sebagian besar, sekitar 80%, orang yang terinfeksi virus corona berhasil pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari 5 orang yang terinfeksi menderita sakit parah dan kesulitan bernapas. 

Orang-orang lanjut usia (lansia) dan dengan kondisi medis penyerta, seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung dan paru-paru, diabetes, atau kanker, memiliki kemungkinan lebih besar mengalami sakit lebih serius. 

"Namun, siapa pun dapat terinfeksi COVID-19 dan mengalami sakit yang serius," tegas WHO. 


Orang dari segala usia yang mengalami demam dan/atau batuk disertai dengan kesulitan bernapas alias sesak napas, nyeri atawa tekanan dada, atau kehilangan kemampuan berbicara atau bergerak harus segera mencari pertolongan medis. 

"Jika memungkinkan, disarankan untuk menghubungi penyedia layanan kesehatan atau fasilitas kesehatan terlebih dahulu, sehingga pasien dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan yang tepat," saran WHO.
(Jz)


Sumber : kontan

No comments

Powered by Blogger.