Kesurupan Masal


Cerita horor ini terjadi dua tahun lalu. Saat itu hari terlihat sangat cerah. Selepas upacara bendera, setiap hari senin salah satu kelas memang ada jadwal olahraga di lapangan. Tak lama berselang sang guru mengajak para siswa berkumpul di lapangan dan melakukan pemanasan.

Ga cuma motor, badan kita kita juga perlu dipanasin. Mulailah pemanasan dan olahraga berjalan lancar hingga waktu pelajaran olahraga berakhir. Mungkin akibat kelelahan atau fisik dalam kondisi kurang fit, akhirnya salah satu siswi ada yang pingsan. Tak lama berselang, ia berteriak-teriak sambil meronta-ronta.

Meronta-ronta seperti anak kecil minta dibeliin mainan. Beberapa saat setelah siswi yang satu tadi meronta sepert kerasukan, ada sekitar 6 siswa lainnya ikut berteriak seolah ada yang merasuki. Sontak suasana sekolah menjadi hening dan menakutkan. Teriakan histeris pada siswi tak terhindarkan. Mereka seolah bersahutan satu sama lain, jika yang satu berteriak ke 6 orang temannya yang lain ikut berteriak. Yang paling bikin merinding adalah tatapan mata begitu tajam, namun kosong.

Siswa lain hanya bisa membantu menenangkan dan mulai kebingungan. Yang dilakukan hanya memegang bagian kaki, tangan dan kepala, karena sudah ada yang meronta-ronta hingga menbenturkan kepalanya. Pokoknya saat itu suasananya udah kaya aktraksi debus. Setelah diketahui penyebabnya, ternyata ada seorang siswa lain yang memulai cerita horor di sekolah, hingga ada siswa yang pingsan dan kerasukan.

Kejadian ini berlangsung tidak begitu lama, paling sekitar 30 menit, kemudian berhasil ditenangkan. Yang paling mengherankan adalah ketika terjadi fenomena ini, korbannya kebanyakan perempuan. Parah nih, mungkin hantu yang merasuki lebih tertarik melihat si korban. Apalagi rata-rata masih gadis belia, atau lebih tepatnya anak perawan.



Setelah kejadian ini, beberapa kelompok siswa mencoba mencari orang pinter yang IQ nya di atas rata-rata dan melihat kejadian tadi dengan mata batin. Akhirnya, berdasarkan hasil analisis sang orang pintar, diketahui bahwa dahulu kala, di bawah sekolah ada bekas makam atau kuburan orang. Kemungkinan cara memindahkan kuburan tadi yang tidak baik saat pembangunan sekolah. 

 

Sumber : yukepo

No comments

Powered by Blogger.