Menanti Rilis Data Perdagangan China, Bursa Asia Menghijau


Bursa saham di kawasan Asia Pasifik naik tipis pada pembukaan perdagangan Selasa pagi ini. Investor tengah menunggu data perdagangan China untuk periode September.

Mengutip CNBC, Selasa (13/10/2020), di awal perdagangan, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,24 persen. Sedangkan indeks Topix Jepang juga menguat 0,33 persen.

Sedangkan Kospi Korea Selatan naik 0,35 persen dan indeks saham Australia S&P/ASX 200 naik sekitar 1 persen.

Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang yang merupakan indeks acuan bursa saham Asia diperdagangkan 0,11 persen lebih tinggi.

Investor tengah menunggu data perdagangan China yang akan dirilis pada Selasa siang.

Saham pemasok Apple di Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Selasa pagi. Di Jepang, saham Murata Manufacturing naik 0,83 persen sementara Taiyo Yuden bertambah 0,84 persen. LG Display Korea Selatan juga naik 0,94 persen.

Penguatan tersebut terjadi setelah saham Apple di Amerika Serikat juga melonjak pada perdagangan hari Senin. Raksasa teknologi yang berbasis di Cupertino diharapkan untuk mengungkapkan jajaran iPhone barunya minggu ini.

Wall Street Naik Tajam, Saham Apple melonjak 6,4 Persen


Wall Street naik tajam pada penutupan perdagangan Senin (Selas pagi waktu Jakarta). Saham-saham sektor teknologi menjadi pendorong penguatan bursa saham di AS. Investor Masih memantau negosiasi paket stimulus yang akan keluar.

Mengutip CNBC, Selasa (13/10/2020), Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 250,62 poin atau 0,9 persen menjadi 28.837,52. Untuk indeks S&P 500 naik 1,6 persen dan berakhir di level 3.534,22.

Sedangkan Nasdaq Composite naik 2,6 persen menjadi 11.876,26. Ini adalah hari terbaik Nasdaq sejak 9 September ketika mengalami reli 2,7 persen.

Saham Apple melonjak 6,4 persen, kenaikan terbesar dalam satu hari sejak 31 Juli dan menjadi pendorong utama kenaikan Wall Street Kenaikan saham perusahaan yang dibangun oleh Steve Job ini karena investor melihat prospek yang cukup baik dari perusahaan.

Pada hari Selasa, Apple diperkirakan akan meluncurkan iPhone 5G pertamanya. Sejarah menunjukkan saham Apple biasanya mengungguli pasar yang lebih luas setelah peluncuran iPhone.

Facebook dan Amazon naik masing-masing 4,3 persen dan 4,8 persen. Alphabet juga naik 3,6 persen dan Microsoft menguat 2,6 persen.

"Pasar saham menunjukkan bias pro-pertumbuhan atau momentum yang sangat kuat," kata pendiri Vital Knowledge Adam Crisafulli dalam sebuah catatan.

Ia pun melanjutkan, sebenarnya secara teknikal memperlihatkan Wall Street bisa mengalami tekanan tetapi rencana pemberian stimulus fiskal membuat arah bursa saham kembali menghijau.





Sumber : liputan6.com

No comments

Powered by Blogger.