Merancang dan Membuat Karya Seni Kriya Daerah Setempat


Keunikan produk hasil karya seni kriya setiap daerah di wilayah Indonesia cukup menarik. Hal ini dikarenakan setiap tempat memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing.

Produk hasil seni kriya yang bisa dinikmati, ternyata memiliki proses dalam penciptaannya. Proses ini disebut sebagai rancangan seni kriya daerah setempat.

Dalam seni kriya terdapat beberapa teknik yang dibagi kedalam dua dan tiga dimensi.


Seni kriya dua dimensi

Dalam seni kriya dua dimensi, terbagi menjadi tiga teknik, yaitu:

1. Teknik membatik

Dikutip dari Asti M. dan Ambar B. Arini dalam buku Batik : Warisan Adiluhung Nusantara (2011), secara etimologi dan terminologinya, batik merupakan rangkaian kata mbat dan tik.

Mbat dalam bahasa Jawa mewakili ngembat atau melempar berkali-kali, sedangkan tik berasal dari kata titik.

Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, batik berarti kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya melalui proses tertentu.

Pembuatan kerajinan batik sendiri menggunakan beberapa teknik yang sering dipakai di Nusantara:

a. Batik tulis, pembuatannya menggunakan canting untuk menorehkan cairan lilin (malam) panas sesuai pola yang sudah digambar pada kain.

b. Batik cap, menggunakan stempel (cap) yang terbuat dari tembaga dan dicelupkan ke cairan lilin sebelum ditempel di kain.

c. Batik sablon, proses cetak dengan metode sablon (hand print).

d. Batik printing, mirip dengan sablon, pembuatan batik ini menggunakan mesin cetak untuk menghasilkan batik pada kain.

e. Batik lukis, pembuatan batik dengan teknik lukis tanpa ada aturan tertentu.

2. Teknik tenun Tenun

adalah hasil kerajinan yang berupa bahan (kain) yang dibuat dari benang (kapas, sutra, dan sebagainya) dengan cara memasuk-masukkan pakan secara melintang pada lungsin.

3. Teknik bordir atau sulam Dikutip dari Suhersono dalam buku Desain Bordir Motif Fauna (2005), istilah bordir diambil dari bahasa inggris Embroidery yang artinya sulaman, karena itu bordir identik dengan sulam. Sehingga, masyarakat lebih mengenal istilah bordir dari pada sulam.


Seni kriya tiga dimensi 

Dalam seni kriya tiga dimensi, terbagi menjadi empat teknik, yaitu:

1. Teknik cor

  Dikutip dari Surdia dalam buku Teknik Pengecoran Logam (1982), pengecoran merupakan salah satu proses pembentukan bahan baku atau bahan benda kerja dengan proses peleburan atau pencairan logam di dalam tungku peleburan yang kemudian dimasukkan kedalam cetakan.

Tahapan dalam proses pengecoran adalah pembuatan model (pola), pembuatan pasir cetak, pembuatan cetakan pasir (rongga cetak), peleburan logam, menuang logam ke dalam cetakan, dan membongkar serta membersihkan hasil pengecoran.


2. Teknik ukir atau pahat

Dikutip dari Azrial dalam buku Keterampilan Tradisional Minangkabau (1995), seni ukir kayu merupakan ragam hias yang juga mementingkan motif di dalamnya. Motif ini muncul dari kreasi seni manusia dengan jalan mengorek bagian tertentu dari pemukaan sebuah kayu, sehingga membentuk satu – kesatuan ragam hias yang indah dan harmoni, yang biasanya juga mengandung makna tertentu.


3. Teknik anyam

Dikutip Shaifuddin dalam buku Pengantar Pendidikan Seni Rupa Anak (2009), menganyam merupakan perkerjaan menjalin pita-pita dari berbagai bahan yang disusun menurut dua, tiga, dan empat arah sehingga membentuk benda berdimensi tiga maupun berdimensi dua. Prinsip menganyam adalah menyusupkan dan menumpangkan pita atau serat ke pita atau serat lainnya yang berbeda arah.


4.Teknik bentuk atau tempa

Proses tempa merupakan salah satu jenis proses dalam teknik pembentukan logam. Pada proses tersebut dalam mendeformasikan material benda kerja menggunakan suatu gaya tekan.


Diterjemahkan dari Kalpakjian dalam buku Manufacturing Engineering and Technology (2001), keunggulan dari proses tempa adalah mampu menghasilkan produk dengan kekuatan serta ketangguhan yang tinggi.

Sehingga produk tersebut dapat digunakan untuk persyaratan tegangan yang tinggi dan pemakaian yang kritis.




Sumber : kompas.com

No comments

Powered by Blogger.