Militer Taiwan mempertimbangkan peningkatan frekuensi panggilan cadangan

(Foto CNA)

Militer Taiwan sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan frekuensi memanggil pasukan cadangan untuk meningkatkan kesiapan tempur pasukan cadangan negara itu, sebuah sumber mengatakan kepada CNA pada hari Rabu.

Di bawah proposal awal, panggilan cadangan akan dilakukan setiap tahun selama dua minggu daripada saat ini setiap dua tahun selama lima hingga tujuh hari pelatihan, kata sumber itu.

Selain itu, Komando Cadangan yang saat ini bertanggung jawab atas urusan cadangan diperkirakan akan dibatalkan pada tahun 2023 dan bergabung dengan Markas Komando Angkatan Darat Republik China (ROC), kata sumber itu.

Perubahan yang akan datang ini masih dalam tahap perencanaan dan belum diselesaikan, kata sumber itu.

Komentar sumber itu dibuat setelah Menteri Pertahanan Yen De-fa (嚴 德 發) mengatakan kepada media sehari sebelumnya bahwa kementeriannya sedang mengambil langkah-langkah untuk membuat pasukan cadangan militer Taiwan menjadi cadangan yang lebih andal untuk pasukan reguler dalam melindungi negara di tengah peningkatan manuver militer China di sekitarnya. Taiwan.


Langkah-langkah ini termasuk meningkatkan frekuensi dan durasi setiap panggilan serta menyediakan peralatan yang lebih baik dan meningkatkan pelatihan untuk cadangan, kata Yen.

Saat ini, cadangan dipanggil setiap dua tahun untuk pelatihan di pangkalan militer dekat kediaman mereka untuk mempertahankan keterampilan tempur dasar mereka. Mereka dapat dipanggil tidak lebih dari dua kali dalam delapan tahun setelah keluar dari dinas militer mereka.

Menurut Kementerian Pertahanan, pelatihan cadangan mencakup pelatihan ulang khusus, pelatihan senjata api, pelatihan tempur, pelatihan gabungan, dan pelatihan pencegahan dan bantuan bencana, yang semuanya diperlukan untuk operasi tempur dan bantuan bencana.
(Jz)


Sumber : taiwan news

No comments

Powered by Blogger.