Pandemi COVID-19 Tak Halangi Kedekatan Budaya Indonesia dan Turki



Empat penari muda Turki yang merupakan anggota Sanggar Tari Indonesia di KBRI Ankara "Armonina", tampil memukau pada festival budaya "Pelem Festival" yang diselenggarakan Sampang Agung Centre for Performing Art (SACPA) pimpinan Agung Gunawan, Pacitan, 3 Oktober. Karena kondisi pandemi COVID-19, festival edisi ketiga tersebut berlangsung secara virtual.

Selain peserta dari Turki, sejumlah peserta asing lain juga berpartisipasi dari Malaysia, Korea, Jepang, dan Jerman.

Dalam festival tersebut, para penari Armonina mempersembahkan dua tarian Turki yaitu Tari Siirt Yoresi dari daerah Anatolia Tenggara dan Tari Potpuri Ege ve Karadeniz Yoresi dari daerah Ege dan Laut Hitam.

\Kedua tarian tradisional Turki tersebut masing-masing dibawakan secara duet.

Menampilkan Dua Tarian Turki


Salah satu peserta, yaitu Nurgül İrem Çiçek mengaku sangat senang bisa tampil pada festival tesebut. 

"Saya sangat senang dan bahagia dapat mempertunjukkan tari tradisional Turki kepada saudara-saudara kami di Indonesia. Ini sebuah kehormatan bagi kami semua dan semoga penampilan kami dapat menghibur dan menemani aktifitas di tengah pandemi."

"Saya diminta menyampaikan pengantar karena saya mengikuti perkembangan Agung Gunawan dan SAPCA selama 18 tahun terakhir. Pelem Festival buat saya adalah perayaan ekspresi seni yang terawat selama 17 tahun tersebut," ucap Dubes RI untuk Republik Turki, Lalu M. Iqbal, dalam catatan pengantarnya di awal Festival tersebut.

"Keragaman peserta asing yang hadir adalah gambaran luasnya spektrum yang di bangun Agung Gunawan menyebarkan seni Indonesia ke negara-negara tersebut. Saya senang sekali bahwa seniman Turki binaan Agung Gunawa juga bisa hadir, meskipun di tengah pandemi. Ini tentu semakin  mendekatkan ruang dialog yang sudah terbangun lama diantara kedua budaya," ungkap Iqbal. 

Seniman Tari Muda Mempromosikan Budaya


Setahun terakhir KBRI Ankara secara aktif melakukan promosi budaya Indonesia, meskipun dalam kondisi pandemi. Musim panas tahun lalu, KBRI Ankara mendirikan Sanggar Tari Indonesia Armonina yang seluruh anggotanya adalah seniman tari muda Turki.

Untuk membina sanggar tersebut KBRI mendatangkan penari/koreografer Agung Gunawan selama beberapa bulan di Turki. Sejak didirikan, sanggar tersebut telah beberapa kali tampil dalam ajang festival bergengsi di sejumlah kota di Turki.

Sanggar tersebut juga tampil dalam Resepsi Diplomatik Peringatan 70 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia - Turki yang dihadiri Ketua Parlemen Turki, membawakan kombinasi Tari Saman (Aceh) dan Tarian Sufi (Turki) hasil koreografi ulang Agung Gunawan.





Sumber : liputan6.com

No comments

Powered by Blogger.