Pertamina Bentuk Tim Genjot Investasi Usai Disentil Ahok

Pertamina membentuk tim khusus untuk menggenjot investasi. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi).

Jakarta- PT Pertamina (Persero) membentuk tim khusus di internal perusahaan untuk menggenjot investasi proyek BUMN minyak raksasa itu. Itu merupakan arahan dari Komisaris Utama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengonfirmasi soal pembentukan tim. Namun ia enggan menjelaskan lebih rinci.

"Nanti akan resmi diumumkan corcom (corporate communications Pertamina)," ujar Ahok.
 
VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan tim khusus ini akan bertugas untuk meningkatkan proyek investasi strategis dari investor.

"Tim tersebut adalah untuk lebih meningkatkan upaya dalam mendapatkan partnership untuk proyek strategis. " kata Fajriyah.

Sayangnya, ia enggan menjawab terkait target-target investasi yang nanti akan dikejar. Begitu juga soal jadwal kapan tim ini akan mulai bertugas secara efektif.

"Hal ini akan dipersiapkan oleh manajemen internal," tuturnya.

Selain itu, tim khusus juga akan memasarkan proyek-proyek strategis yang sebenarnya sudah dimiliki Pertamina. Dengan begitu, investor tidak hanya tertarik masuk di proyek baru, namun yang sudah ada.

"Tim ini nantinya juga akan mengekspos proyek-proyek strategis Pertamina, progress dan outlook-nya, sehingga calon investor paham dan confident untuk bisa joint," jelasnya.

Sebelumnya persoalan investasi di Pertamina memang pernah menjadi sorotan Ahok. Sorotan salah satunya ia arahkan pada investasi proyek kilang Pertamina.

Dalam video bongkar aib Pertamina yang diunggah oleh akun Youtube POIN beberapa waktu lalu, Ahok menyebut perusahaan pelat merah itu belum memaksimalkan sumber minyak yang dimiliki dengan membangun kilang.

Padahal, Ahok mencatat ada sekitar 12 titik minyak yang bisa dieksplorasi dengan potensi minyak dan gas bumi yang besar.

Namun sayang kata Ahok, potensi itu tidak digarap dengan matang. Padahal, sudah ada beberapa investor yang tertarik untuk menggarap potensi itu, tapi hanya didiamkan saja oleh Pertamina.


Selain itu, Ahok juga menyoroti kebiasaan Pertamina mencari pinjaman terus menerus. Padahal, utang perusahaan sudah memiliki tembus US$16 miliar.

"Minjam duit sudah ngutang US$ 16 miliar, tiap kali otaknya minjam duit terus," ucap Ahok.

Tak hanya masalah optimalisasi sumber daya, Ahok juga menyinggung soal utang Pertamina yang besar. Selain itu, Ahok juga menyatakan ada direksi yang digaji sama meski sudah tidak menempati posisinya hingga lobi-lobi direksi kepada menteri.

Buntut pernyataan itu, Menteri BUMN Erick Thohir memanggil Ahok ke kantornya. Namun, Ahok mengklaim bahwa hasil komunikasinya, terkait aduan hingga masukan untuk Pertamina sudah diterima Erick.
(Jz)


Sumber : cnn Indonesia

No comments

Powered by Blogger.