Seram! Ini Beberapa Cerita Mistis Para Pendaki Saat Mendaki Gunung Merbabu yang Bikin Merinding

 Foto

Bagi para pendaki, Gunung Merbabu di Jawa Tengah merupakan salah satu spot yang wajib disambangi. Keindahan dan eksotisme gunung yang memiliki ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut ini membuat setiap orang tak mampu berpaling darinya.

Sehingga wajar saja, setiap pendaki yang menyempatkan diri berkelana di Gunung Merbabu pastinya akan mengabadikan momen terbaik mereka. Namun dibalik keindahannya,  Gunung Merbabu berada di wilayah Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Semarang. Sama dengan kebanyakan gunung yang ada di Indonesia, yang memiliki kisah Mistis Horor yang terkenal di antara kalangan para pendaki, yaitu Hantu gadis pendaki.

Berikut ini beberapa kisah mistis di Gunung Merbabu dari para pendaki.


1. Anak-anak Hutan di Jembatan Setan


Cerita pertama datang dari seorang karyawan lembaga pemerintahan yang berasal dari Semarang bernama Otniel Adityo (23). Pada tahun 2015, Otniel mendaki Gunung Merbabu via Cuntel, Salatiga, bersama dengan temannya.

Saat sedang mendaki, Otniel melihat anak-anak berlarian di sekitar jembatan setan. Jembatan setan adalah julukan salah satu trek pendakian ekstrem di Merbabu yang berbatasan langsung dengan tebing. Otniel bercerita bahwa ia hampir menjadi korban 'anak-anak hutan'.

"Kata temanku yang punya kemampuan lebih, bocah yang berlarian itu dikenal sebagai anak-anak hutan, katanya mereka tinggal di bawah jurang dan biasanya memanjat ke jembatan untuk bikin pendaki tersesat. 

Karena biasanya pendaki yang kelelahan mudah berhalusinasi dan kasihan ke anak-anak itu. Padahal kalau mereka diikuti, yang ada pendakinya yang bakal tersesat," ungkapnya.

2. Sosok Bayangan Misterius di Sabana I


Azwar Annas (30) adalah seorang karyawan di salah satu perusahaan media digital di Jakarta. Selama rentang tahun 2013-2015, ia sudah menjajaki Gunung Merbabu sebanyak sembilan kali. Tapi, selama sembilan kali pendakian, ia baru satu kali merasakan pengalaman bertemu makhluk astral di Merbabu.

Kejadian tersebut bermula pada tahun 2014, saat itu ia sedang mendaki bersama rombongan pendaki lainnya. Karena kelelahan dan tidak kuat, ia dan rombongan berhenti di Sabana I, yaitu sebuah area padang rumput yang berada di pertengahan Pos 2 dan Pos 3.

"Secara pribadi sih aku enggak pernah dengar mitos Merbabu, karena orang yang mau naik gunung itu seharusnya enggak boleh tahu dulu supaya tidak terbebani. Waktu itu, kondisinya malam hari sekitar kurang dari jam 12, kita memutuskan untuk istirahat karena enggak kuat.

Lagi istirahat, aku enggak sengaja lihat bayangan hitam gede banget, kayak pepohonan. Padahal, kan logikanya di sabana mana ada pohon.

Dan kondisinya juga bulan purnama, jadi terang banget. Karena penasaran, aku tanya ke teman aku, siapa tahu ada yang lihat bayangan hitam gede, tapi katanya dia enggak lihat," ceritanya.

Ia baru menyadari bahwa bayangan itu adalah makhluk astral setelah mendengar penuturan warga lokal ketika pria asal Rembang tersebut menceritakan kisahnya setelah turun gunung.

3. Adanya Lutung yang Mengikuti Para Pendaki


Selain bayangan hitam besar, pada salah satu perjalanan Azwar, ia pernah menemukan seekor lutung mengawasi perjalanannya. Menurut penuturannya, lutung tersebut bergelayutan dari satu pohon ke pohon lain sambil mengawasi pendaki.

"Lutungnya sendirian, bentuknya seperti monyet besar gitu, diam di atas pohon, sambil ngeliatin dari atas dan ngikutin pas lagi di jalan," cerita Azwar.

4. Hanoman di Jalur Hutan Pinus


November 2017 lalu, Jonathan Zilliwu, mahasiswa salah satu universitas negeri di Semarang mendaki Merbabu bersama teman dan kekasihnya melalui jalur Suwanting. Menurut penuturan pria yang akrab dipanggil Jo tersebut, saat melewati kawasan hutan pinus, ia merasa diikuti oleh sesuatu yang ia tidak ketahui.

"Katanya tempat itu ditinggali sosok kera putih, hanoman. Tapi kalau kata teman-temanku yang lain, wujudnya mirip pohon pisang. Kalau yang bisa 'lihat', dia bisa melihat hanoman itu pindah dari pohon ke pohon, tapi kalo yang bisa 'merasakan', katanya dia ngerasain pohon pisangnya pindah-pindah tempat," ujar pria asli Subang tersebut.

"Aku sendiri enggak merasa ada pohon pisang atau melihat hanoman, cuma aku ngerasa ada yang mengikuti dari belakang,"  lanjutnya.