Taiwan menandatangani kesepakatan dengan pabrikan Jerman untuk dosis vaksin COVID-19

Vaksin yang dikembangkan Jerman dapat tiba di Taiwan pada kuartal pertama 2021

Taiwan menandatangani perjanjian dengan BioNTech SE untuk pengiriman vaksin virus corona. (Foto Pixabay)

TAIPEI - Perusahaan Biofarm TTY Taiwan (東洋 製藥) mengumumkan pada Senin (12 Oktober) bahwa mereka telah menerima otorisasi untuk pengiriman vaksin virus corona yang dikembangkan oleh BioNTech SE Jerman setelah terbukti aman dalam uji klinis fase 3.

Selama konferensi pers, Ketua Biofarm TTY Lin Chuan (林 全) mengatakan perusahaan akan bertanggung jawab untuk bernegosiasi dengan otoritas kesehatan Taiwan mengenai jumlah yang tepat, waktu pengiriman, dan harga vaksin virus corona yang dikembangkan oleh BioNTech. Dia mengatakan hasil negosiasi tidak akan memiliki efek hukum sampai disetujui oleh perusahaan Jerman.

Lin mengatakan pembicaraan telah berlangsung antara TTY Biopharm dan BioNTech tetapi tidak ada kesepakatan resmi yang ditandatangani hingga Senin. Dia menambahkan bahwa vaksin BioNTech, yang dikembangkan bersama oleh raksasa farmasi AS Pfizer, adalah salah satu kandidat terdepan dalam perlombaan untuk mendapatkan persetujuan regulasi di AS dan Eropa.


Berdasarkan perjanjian tersebut, Taiwan dapat memperoleh hingga 30 juta dosis vaksin COVID-19, dengan 10 juta diharapkan akan dikirimkan pada kuartal pertama 2021, menurut Lin. Saat ini, BioNTech telah mempersempit vaksinnya menjadi dua kandidat, termasuk satu kandidat yang telah memasuki tahap uji klinis terakhir, lapor Cnyes.

Ketua Biofarm TTY Lin Chuan. (Foto CNA)

(Jz)


Sumber : Taiwan news

No comments

Powered by Blogger.