5 Cara Meningkatkan Hemoglobin


Sel darah merah dikatakan sehat, salah satunya jika mengandung hemoglobin (Hb). Untuk itu, meningkatkan hemoglobin merupakan salah satu kunci untuk menjaga kesehatan tubuh. Berikut beberapa cara untuk meningkatkan hemoglobin.

Hemoglobin merupakan protein yang mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh dan kembali ke paru-paru dengan membawa karbon dioksida.

Kadar normal hemoglobin akan berbeda tergantung usia dan jenis kelamin. Namun, untuk laki-laki dewasa, hemoglobin normal berada di angka 14-18 gram/desiliter (gm/dL). Sedangkan perempuan dewasa di angka 12-16 gm/dL.

Sebagaimana dilansir dari MedicineNet, angka hemoglobin rendah berarti seseorang mengalami anemia.

Berikut beberapa cara meningkatkan hemoglobin mulai dari konsumsi makanan tinggi zat besi hingga mengatur konsumsi pangan tinggi kalsium.

1. Konsumsi makanan tinggi zat besi

Telur merupakan salah satu sumber makanan tinggi zat besi. (Istockphoto/ Amarita)

Salah satu cara meningkatkan hemoglobin adalah dengan mengonsumsi makanan tinggi zat besi. Zat besi bekerja untuk mendorong produksi hemoglobin. Selain itu, asupan zat besi juga membantu pembentukan sel darah merah.

Dilansir dari Medical News Today, makanan tinggi zat besi antara lain, daging dan ikan, produk kedelai, telur, buah kering, brokoli, sayuran hijau (kale, bayam), kacang-kacangan, biji-bijian dan selai kacang.

2. Maksimalkan penyerapan zat besi


Di samping menambah asupan zat besi, maksimalkan penyerapannya dengan konsumsi makanan tinggi vitamin C. Dilansir dari Healthline, vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi.

Untuk memperoleh asupan vitamin C, Anda bisa mengonsumsi jenis buah-buahan sitrus seperti jeruk, lemon, juga stroberi dan sayuran hijau. Selain itu konsumsi suplemen vitamin C juga bisa membantu.

Tidak hanya vitamin C, memaksimalkan penyerapan zat besi bisa dengan mengonsumsi pangan yang tinggi vitamin A dan beta karoten. Vitamin A bisa ditemukan pada pangan hewani seperti ikan, daging dan hati. Kemudian beta karoten bisa diperoleh dari sayur dan buah berwarna oranye dan kuning seperti wortel, ubi dan mangga.


3. Asupan folat


Folat merupakan tipe vitamin B yang memainkan peran dalam produksi hemoglobin. Folat berfungsi memproduksi heme, sebuah komponen hemoglobin yang membantu mengangkut oksigen.

Tanpa folat, sel darah merah tidak akan sempurna atau matang. Itu kemudian dapat menimbulkan anemia karena kekurangan folat dan kadar hemoglobin rendah.

Konsumsi pangan kaya folat jadi cara meningkatkan hemoglobin seperti, daging, bayam, beras, kacang tanah, kacang merah, alpukat dan selada.

4. Suplemen zat besi

Ilustrasi suplemen zat besi. (Pixabay/stevepb)

Jika kadar hemoglobin sangat rendah, biasanya dokter akan memberikan suplemen zat besi. Konsumsi suplemen zat besi harus di bawah pengawasan dokter.

Terlalu banyak zat besi bisa berbahaya buat tubuh. Itu juga bisa mengakibatkan hemokromatosis atau kondisi penumpukan zat besi.

Mengutip dari Alodokter, zat besi bisa menumpuk pada organ hati, jantung, pankreas dan sendi. Jika dibiarkan, penumpukan bisa menimbulkan kerusakan organ.

5. Mengatur konsumsi pangan tinggi kalsium dan asam fitat

Biji wijen merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung asam fitat. (Pezibear/Pixabay)

Saat mengonsumsi pangan kaya zat besi, Anda perlu mengatur konsumsi makanan tinggi kalsium.

Kalsium bisa membuat tubuh sulit menyerap zat besi. Namun, bukan berarti Anda lantas sepenuhnya berhenti mengonsumsi makanan tinggi kalsium.

Cukup atur konsumsi makanan tinggi zat besi dan makanan tinggi kalsium agar tidak terlalu berdekatan atau bahkan bersamaan. Sementara, beri jarak jika Anda ingin mengonsumsi produk susu juga kedelai.

Selain itu, atur pula konsumsi asam fitat. Menghindari asam fitat dapat menjadi cara meningkatkan hemoglobin. Meski tubuh memerlukan nutrisi ini, tetapi sebaiknya tidak mengonsumsi makanan tinggi asam fitat bersamaan dengan makanan tinggi zat besi. Makanan tinggi asam fitat misalnya, kacang kenari, kacang Brasil dan biji wijen.

Cara meningkatkan hemoglobin ini dapat diterapkan oleh orang-orang yang memiliki kadar hemoglobin rendah karena berbagai alasan, seperti sedang hamil, mengalami masalah dengan hati atau ginjal, serta penyakit kronis.






Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.