Anak TKI yang Ditelantarkan 7 Tahun di Saudi, Pulang ke Tanah Air




     Malang nian nasib yang dialami oleh MR, bocah laki-laki berusia tujuh tahun yang sempat terlantar di Saudi. Bocah kelahiran 2017 itu ditemukan oleh polisi Saudi diasuh oleh perempuan yang bukan ibu kandungnya, berinisial HML. HML ditangkap oleh aparat keamanan karena melakukan pelanggaran keimigrasian dan membawa anak orang lain tanpa dokumen kependudukan yang sah. 



"Berdasarkan pengakuan HML, bocah berusia tujuh tahun itu merupakan anak dari Noviliyanti Abdul Hadis. Ia sudah dideportasi beberapa tahun sebelumnya oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi karena melakukan pelanggaran keimigrasian," ujar perwakilan dari KJRI Jeddah, Fauzy Chusny melalui keterangan tertulis pada Kamis, 26 November 2020. 

Tetapi, Noviliyanti justru tidak ikut membawa pulang putranya, MR, ke Tanah Air. Ia malah meminta agar HML yang mengasuh putra malangnya itu. Alhasil, HML mengasuh MR sejak ia masih bayi hingga berusia tujuh tahun. 

Pihak KJRI mengetahui keberadaan MR, karena adanya surat dari kepolisian Saudi. Surat dilayangkan oleh Polsek Al-Mator Madinah dan meminta agar MR segera dijemput. 

"Akhirnya MR ditempatkan di shelter sementara waktu di KJRI Jeddah dan diberikan buku pelajaran sesuai usianya untuk mengisi waktu," tutur Fauzy. 

Kapan MR kembali ke Indonesia? Apakah keberadaan sang ibu, Noviliyanti, sudah berhasil dilacak oleh KJRI Jeddah?

1. Ibu bocah MR ternyata overstay dan dideportasi dengan dua anak perempuannya

Menurut data yang diperoleh dari KJRI Jeddah, Ibu MR yang bernama Noviliyanti sempat mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) di KJRI Jeddah agar pulang ke Tanah Air. Ia ingin menggunakan momen masa pelaksanaan amnesti pemulangan warga asing dari Saudi. 

Tetapi, belakangan, Noviliyanti malah tetap bermukim di Saudi hingga 2015. Ia terpaksa pulang karena terjaring razia dan dideportasi bersama kedua anak perempuannya.  Noviliyanti tinggal di daerah Pekalongan.

Namun, ia tidak kapok. Pada 9 Oktober 2019 ia kembali ke luar negeri dengan paspor yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Semarang. Beberapa rekannya menyebut ia kini bekerja di Mesir. 

2. Bocah MR diantar pulang oleh staf KJRI Jeddah

Alhasil, MR diantar oleh staf di KJRI Jeddah, Pelaksana Fungsi Konsuler 4, Upi Dewi Marciana pulang kembali ke Indonesia. Keduanya menjejakkan kaki di Bandara Soekarno-Hatta, pada Selasa, 24 November 2020 lalu. MR lalu diserahkan ke keluarga dari pihak ibunya oleh Kementerian Luar Negeri dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak. 

Menurut KJRI Jeddah, kasus penelantaran anak semacam ini bukan kali pertama terjadi. Sudah pernah ada beberapa kasus serupa dan ditangani oleh KJRI Jeddah. 

Sementara, HML yang sempat mengasuh MR dan dijebloskan ke penjara akhirnya dibebaskan oleh otoritas Saudi. Pihak KJRI membantu kepulangannya ke Jawa Timur pada 2 November 2020 lalu. 

3. KJRI Jeddah mengajak WNI untuk mengikuti aturan yang ada di Saudi

Sementara, Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah, Eko Hartono mengajak WNI untuk menjunjung tinggi peraturan yang berlaku di Saudi bila berada di sana. Ia juga mengingatkan agar semua WNI pandai membawa diri dan selalu menjaga perilaku. 

"Jangan sampai hanya gara-gara perilaku negatif seseorang, semua kena getahnya. Nama baik bangsa dan negara ikut dibawa-bawa," kata Eko di dalam pertemuan dengan warga. 

Ia juga tidak bosan mengingatkan WNI di Saudi untuk mematuhi adat-istiadat yang berlaku di sana. Sebab, sering kali perbuatan melanggar hukum dimulai karena sikap abai terhadap peraturan di sana.

Sumber :inews

No comments

Powered by Blogger.