Baca Tiga Tips Ini sebelum Melakukan Renovasi Dapur


Dapur adalah salah satu tempat yang dipakai penghuninya setiap hari, terutama saat memasak dan menyiapkan makanan. Bahkan, ada juga yang menjadikan dapur sebagai ruang bersantai karena ruangan dapur menyatu atau terhubung langsung dengan ruangan keluarga alias tanpa pembatas.

Karena itu, peran dapur sangat penting dalam aktivitas keluarga, sehingga tak sedikit dari pemilik rumah yang membuat dapur senyaman mungkin. Nah, apakah Anda punya rencana merenovasi dapur atau tertarik untuk mencoba mendesain ulang dapur yang sudah ada?

Menurut Victor Andreas, Chief Design Officer Narasi Design & Furnishings, banyak yang harus diperhatikan untuk merenovasi atau mendesain ulang dapur keluarga. Berikut tiga tips yang perlu diperhatikan sebelum merombak dapur Anda.


1. Persiapkan Detail Rencana Renovasi

Dalam konteks ini, apa saja yang harus dipersiapkan? Mulai dari awal tentukan apakah akan menggunakan jasa desainer interior atau tidak. Jika merenovasi dapur menyeluruh atau skala besar, lebih baik gunakan jasa desainer interior karena akan dibuatkan rencana desain.

Persiapan detail itu mencakup memperhatikan kebiasaan masak Anda. Sebab, basic design dapur itu menyesuaikan kebutuhan, apakah melakukan kegiatan masak cukup lama dan bagaimana frekuensinya. Misalnya, Anda sering memasak rendang atau makanan yang memakan waktu cukup lama lainnya, tentu akan membuat kondisi dapur panas dalam waktu lama, sehingga dibutuhkan bukaan yang tepat agar menjadi sirkulasi udara lancar. Preparasi yang cukup besar dan lebar agar sekali masak, semua bahan dan alat muat dalam satu frame meja.


2. Memilih Konsep Desain Sesuai Kebutuhan dan Skema Warna

Untuk hal ini dimulai dari mengetahui aktivitas sehari-hari dan kebutuhan pemilik rumah. Bisa ditentukan konsep, apakah akan menggunakan kitchen set atau tidak. Jika butuh kitchen set, tentukan juga luasnya. Sederhananya biasa didesain dengan kotakan modul 60 cm. Satu modul mewakili satu fungsi lokasi. Seminimal mungkin ada tiga modul, yaitu cuci, preparasi, dan masak. Dengan kata lain, minimal kitchen set adalah 180 cm.

Meskipun kitchen set dapat di custom sesuai yang diinginkan, namun jika dapur terlalu kecil, itu akan menambah sempit dapur. Selanjutnya, dapat juga dibuat ambalan untuk menyimpan kebutuhan peralatan masak dan kebutuhan dapur lainnya. Ambalan tidak akan mengurangi fungsi, justru lebih dapat ditambah nilai estetikanya.

Selain itu, skema warna juga perlu ditentukan dari awal untuk mengantisipasi salah membeli perabotan dapur. Warna sesuai juga dapat mempengaruhi mood saat memasak. Jadi, tren dapur dapat disesuaikan dengan keinginan sendiri atau yang sedang hits saat ini.


3. Memperbaiki Perabotan Lama

Hal ini dapat membantu semakin menghemat biaya renovasi. Jadi, untuk itu Harus dilakukan pengecekan lokasi dan keadaan furnitur terpasang.

Biasanya di dapur ada keran air-sink, kompor gas, dan kitchen hood. Alat alat ini umumnya tahan lama dan masih bisa digunakan kembali. Namun, jika Anda memiliki anggaran lebih, alat-alat itu dapat diganti untuk menyesuaikan dengan desain dapur baru Anda.

Sedangkan untuk pekerjaan panel pintu dan lemari-lemari, semua bisa dilapis kembali. Namun, ada kemungkinan rusak ketika dibongkar atau ada lubang bekas baut yang sudah longgar dan tidak bisa digunakan kembali.




Sumber : sindonews.com

No comments

Powered by Blogger.