Biden, 'Bocah Gagap' yang Selangkah Lagi Jadi Presiden AS




     Perjuangan capres Demokrat, Joe Biden, menjadi Presiden Amerika Serikat tinggal selangkah lagi. Namun, siapa sangka, mantan Wakil Presiden AS ini pernah memiliki masalah kegagapan.




Dilansir dari CNN, pria berusia 77 tahun itu dikenal sebagai negosiator ulung yang telah membantu membentuk kebijakan keamanan dan hubungan luar negeri AS selama beberapa dekade.

Biden dianggap sebagai salah satu anggota Senat paling karismatik ketika itu. Namun siapa sangka kalau semasa kecilnya Biden kerap diolok-olok teman sekelasnya. Ini dikarenakan gaya bicara Biden yang gagap.

Biden cilik berusaha keras menghilangkan kegagapannya. Dia selalu ketakutan tiap kali disuruh membaca di depan kelas. Untuk mengatasi kelemahannya itu, Biden rajin berlatih membaca keras-keras di depan cermin. Kini Biden dikenal sebagai pembicara ulung.

Dilahirkan pada 20 November 1942 di Scranton, Pennsylvania, Biden dan keluarganya pindah ke Delaware pada 1953. Ayahnya seorang manajer dealer mobil.

Dalam hidupnya, Biden mengalami dua tragedi personal. Beberapa pekan setelah dirinya terpilih menjadi anggota Senat pada 1972, istrinya, Neilia Hunter Biden, dan putri mereka tewas dalam kecelakaan mobil. Kemudian, pada 1988, Biden nyaris meninggal akibat pembengkakan pembuluh darah otak.

Setelah kematian istrinya itu, Biden menikahi Jill Tracy Jacobs. Pasangan itu merayakan ulang tahun perkawinan mereka yang ke-30 tahun ini. Biden memiliki dua putra bernama Beau dan Hunter serta seorang putri bernama Ashley. Dia juga telah memiliki empat cucu perempuan.

Biden telah dua kali mencalonkan diri dalam kepresidenan AS. Pertama pada 1988. Dia mundur setelah rival kampanyenya menuduh dirinya telah mencontek pidato seorang politikus Inggris.

Namun, pada 2008, Biden digandeng Barack Obama untuk menjadi cawapresnya. Biden pun menjadi Wakil Presiden Amerika Serikat ke-47 dari 2009 hingga 2017. 

Berjuang Melawan Kegagapannya

Melawan masalah kegagapannya menjadi perjuangan seumur hidup bagi Biden. Dalam sebuah sesi tanya-jawab bersama CNN pada 5 Februari 2020, Biden menceritakan pengalamannya itu.

Biden mengatakan di balai kota CNN bahwa dia "masih kadang-kadang (mengalami kegagapan), ketika merasa benar-benar lelah".

"Ini tidak ada hubungannya dengan kecerdasan Anda. Ini tidak ada hubungannya dengan susunan intelektual Anda," kata Biden. Dia mengatakan dia berpikir "bagian dari kepercayaan diri" dan bahwa dia harus "berpikir dalam kerangka tidak terburu-buru".

"Kamu harus memutuskannya, karena kamu sangat gugup," ujar Biden memberi motivasi.

Sebagaimana diketahui, dibutuhkan 270 electoral votes--dari total 538 electoral votes--untuk bisa memenangi pilpres AS. Saat ini Biden masih unggul dengan meraup 264 electoral votes, sedangkan Trump baru meraup 214 electoral votes. Keduanya masih bersaing sengit di negara-negara bagian kunci.

Apakah Biden akhirnya akan memenangi pilpres AS ini?

Sumber :detik

No comments

Powered by Blogger.